Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Romansa Anak Tahun 90-an

20 November 2020   14:22 Diperbarui: 20 November 2020   14:23 228 44
Romansa Anak Tahun 90-an

Telah berlalu siang, terik panas mentari, hangat dan angin,
Bersama seuntai kenangan masa kecil, selalu tergiang,
Bermain sepakbola kampung, tanpa sepatu, tanpa tiang gawang.

Bila hujan datang, menikmati derai - derai air berbasahan,
bermain, berlarian di ladang - ladang lapang,
Tak peduli suara petir bersahutan, kilat menyambar - nyambar tak dihiraukan.

Selalu begitu, berulang - ulang tiap hari,
Tak ada jeda, sesaat setelah mengerjakan PR dan mengaji,
Berkelebat samar di pandangan ibu, mengendap - endap di balik punggung ayah; sembunyi.

Selalu riang dan menikmati, tenggelam dalam keasyikan dunianya,
Hadiah terindah masa - masa silam; debu, peluh, kotor, lumpur, basah,
Pulang kerumah; mata ayah memerah, ditangan ibu terpegang erat tongkat.

Kini tinggal kenangan, menyeruak ke ruang - ruang hampa,
Serasa ingin mengulang romansa, sudah tak ada jalan untuk kesana,
Kenikmatannya tak ternilai, meski kita punya tahta dan kuasa.

Balikpapan, 20 November 2020
Ali Musri Syam Puang Antong

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun