Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Sepenggal Aksara

12 April 2021   01:11 Diperbarui: 12 April 2021   01:18 29 1

ada hal yang terkadang tak bisa diungkapkan
ada pesan yang terkadang tak mampu disampaikan
aku melihatmu menari-nari di ladang penuh dengan perasaan ning yang menggugurkan diri
kamu terlihat cantik kali ini, dengan kain putih dan sekelebat tenun di pundak sedang aku memandangimu dari serambi di peraduan yang kusebut rumah
Kamu berhenti pada satu pohon tinggi menjulang ke atas menyusul ekspektasi ku
Sedikit berbincang, aku melihatmu dan pohon itu sepertinya pohon itu sedang mengatakan memo yang lebih serius
kamu tersenyum melihatku seperti mengaminkan apa yang pohon itu katakan, entah kalimat apa yang pohon itu berikan padamu aku mengecapkan segala yang baik tentang ku pun tentang kita
tapi perihal ia meluruhkan tangkai yang kering tangkaplah berikan padaku untuk kemudian kulayangkan kejelasan tentang yang benar dan yang salah demi kita agar tetap penokohan islah sekian menit aku berdiam di sini kamu terlihat sibuk beradu kata aku tidak mendengar satupun sayup kata darimu kamu menggenggam tangkai, raut wajahmu berubah seakan ada tipu yang ingin kamu tenggelamkan dalam laut asumsimu kamu berlari pulang membuka jalan, mengabaikan senja yang baru saja mulai kusesap kopi terakhir sebelum akhirnya aku tersadar bahwa matamu masih menyandarkan lelah di pundakku
Selamat tidur hati-hati saat berlari pulang aku menunggumu disini kusiapkan usap untuk air matamu pun ku siapkan diam untuk amarah dari yang gelap kemudian hilang aku titip percayaku berikut dengan sepenggal aksara yang menjemput untuk tetap bersama

KEMBALI KE ARTIKEL