Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

At the Worst

16 September 2021   22:53 Diperbarui: 16 September 2021   22:55 36 5


Bi, Abi ... Abi ..!

Tertegun sesaat. Aku tersadar kalau dia sudah tak ada. Ckrek, aku mematikan lampu kamar. Terhuyung-huyung menyembulkan badan dari balik daun pintu. Secepat kilat menuju kamar mandi, lalu membuka air keran. Air meluncur dan beterbangan tepat di wajahku, seolah-olah berlomba memukul muka dan kepala tanpa jeda.
Isakan tangis yang menyesak di dalam dada akhirnya keluar juga. semakin lama semakin kencang. Suara gemuruh air pun tak sanggup lagi menyamarkannya. Pelukan tanganku semakin ketat memeluk diri sendiri seraya duduk di bawah semburan air.

"Ingin kuhabiskan rasa sedih ini sekarang juga, Bi.", jeritku.

Lalu merenung sambil mengecilkan air keran dan sekali lagi mencoba  berdiskusi dan bercengkrama dengan diri agar bisa lebih tenang.

"Kapan aku bisa menghentikannya? Sementara dia jelas terkenang dengan sempurna tanpa cela di memoriku."
"Ya, kamu harus sadar sebenarnya tidak ada yg sempurna di alam fana ini. Itu hanya perasaan diri saja."
"Dia terlalu cepat meninggalkanku, bagaimana aku bisa membayar semua kebaikannya?
"Berbuat baiklah untuknya. Selalu siapkan diri apapun yg kita miliki di dunia ini itu hanya milik-Nya."
"Dia bisa memahami dalam kondisi terbaik maupun terjelekku. Dia yang terbaik buatku."
Ya, ingat! Pada dasarnya mungkin masih banyak orang di dunia ini yg seperti dia, cuma kamu belum bisa menemukannya.
"Jadi aku harus bagaimana sekarang? Tolong aku!"
"Kamu hanya perlu sabar dan berserah pada Yang memiliki seluruh alam ini. Dia lah yang mengatur, mengurus, dan membolak-balikkan segalanya."

Aku tersentak kemudian bangkit.
This is just part of life here, not at the worst. Just be here and through it. Everything is going to be good then.





KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan