Mohon tunggu...
KOMENTAR
Diary

Menangis

21 Mei 2021   09:41 Diperbarui: 21 Mei 2021   09:45 59 1
Oleh: Ainur Rohmah

"Kesehatan adalah yang utama,
ketika semua keinginan terpenuhi,
semua tidak ada maknanya,
Jikalau kesehatan sudah tidak memadai"

Di sebuah Musholla Rumah Sakit, kudapati seorang ibu menangis tersedu-sedu bersama dengan saudaranya. Mereka menangis karena suami sang ibu tersebut sedang terbaring lemah di kamar Rumah Sakit, sedih hatinya, sendu wajahnya. Begitulah gambaran keadaan mereka pada saat itu.

Bukan berniat untuk mendengarkan obrolan mereka, namun karena volume suara mereka yang keras dan posisi kami yang berdekatan jadi obrolan mereka terdengar di telinga saya.

Ada sekilas perbincangan mereka yang menarik bagi saya, sebuah obrolan yang menjadi pengingat dan renungan bagi saya kembali, dimana singkat obrolan mereka "kalau sudah sakit semuanya terasa hambar". Iya, beliau sang ibu sedang menceritakan sang suami yang bekerja keras untuk kebahagiaan keluarganya, disaat Tuhan merubah nasibnya menjadi jaya, namun tubuhnya melemah dan belum menikmati hasilnya.

Cerita sang ayah yang mengorbankan kesehatan untuk membangun sebuah kebahagiaan pada keluarganya, ia bekerja terlalu keras, hingga lupa bagaimana keadaan tubuhnya. Ia bekerja keras agar bisa melihat keluarganya berkecukupan dan tak kekurangan, namun hasilnya digunakan untuk berobat.

Ibu yang tersedu-sedu di pojokan musholla,
Beliau mengatakan "tidak menangis karena biaya",
Melainkan agar suaminya sehat dan bisa beraktivitas kembali seperti biasanya.

Sebuah ketidaksengajaan yang membawa pelajaran bagi saya.
Bahwa percuma memiliki segalanya jikalau kesehatan sudah melemah.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun