Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Jogja Itu Candu yang Kontradiktif

9 Mei 2017   01:11 Diperbarui: 9 Mei 2017   04:15 1622 2

RUPANYA telah sangat lama saya melibatkan udara dan cahaya Jogja, pada tiap tarikan napas saya. Sangat tak terasa, lho. Tahu-tahu sudah 25 tahun saya berdomisili di kota istimewa ini. Sejak saya masih ingusan tapi unyu, hingga sekarang jadi sosok dewasa yang complicated. Sejak bis kota jadi idola, hingga bis kota diabaikan keberadaannya. Sejak saya belum tercatat sebagai penduduk DIY, hingga kini saya ber-KTP kodya Jogja.

KEMBALI KE ARTIKEL