Mohon tunggu...
Widiyatmoko
Widiyatmoko Mohon Tunggu... Wiraswasta - Aviation Enthusiast | Aerophile | Responsible Traveler

Penggemar pesawat berbagai jenis dan pengoperasiannya serta perkembangannya melalui membaca. Airport of Birth : HLP Current Airport : DPS

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

Faktor yang Umum Berkontribusi pada Kecelakaan Transportasi

14 Mei 2024   09:18 Diperbarui: 15 Mei 2024   15:34 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: pixabay.com

Kecelakaan bus wisata terjadi lagi dengan menewaskan 11 siswa dan siswi SMK Lingga Kencana, Depok pada tanggal 11 Mei yang lalu di Subang Jawa Barat.

Kata 'terjadi lagi' bukanlah kata yang kita semua harapkan bila berhubungan dengan kecelakaan karena bila sebelumnya sudah pernah terjadi dan telah ditemukan faktor-faktor yang berkontribusi pada kecelakaan maka kecelakaan --terutama dengan faktor yang sama -- maka sebenarnya resiko kecelakaan dapat diminimalisasi

Tidak hanya pada transportasi darat saja dimana kecelakaan tercatat dalam beberapa tahun terakhir, juga terjadi kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo beberapa tahun yang lalu, ada apa dengan sistem transportasi kita terutama yang melayani layanan transportasi tidak berjadwal (sewa), apa faktor-faktor yang umum berkontribusi pada sebuah kecelakaan?

Transportasi merupakan kebutuhan semua orang untuk menghubungkan mereka dari titik A ke B dengan alat atau kendaraan yang disediakan oleh penyedia jasa transportasi baik di darat, laut dan udara.

Para penyedia jasa layanan transportasi menggunakan kendaraan tersebut--kapal laut, kereta api, pesawat dan bus--pada armadanya dan kemudian menyediakan layanan transportasi kepada publik untuk mendapatkan pendapatan dari penjualan tiket dengan layanan berjadwal maupun dari sewa atau charter dengan layanan tak berjadwal.

Pelayanan ini dari sisi pengguna jasa transportasi meliputi kenyamanan, ketepatan waktu dan yang paling utama adalah keselamatan, namun hal yang terakhir ini adakalanya menjadi satu hal yang terabaikan oleh para penyedia jasa transportasi atas nama keuntungan.

Kendaraan bekas ataupun baru yang dibeli oleh penyedia jasa transportasi ini akan sama-sama memiliki potensi gangguan dalam perjalanan, bahkan kendaraan yang baru keluar dari pabrik sekalipun.

Hanya saja kendaraan bekas sudah tentu memerlukan pemeliharaan yang lebih daripada kendaraan yang baru karena segala komponennya bisa jadi ada yang perlu dilakukan pergantian lebih cepat dari skedul misalnya.

Pada transportasi udara, tidak sedikit maskapai di dunia yang membeli pesawat bekas, ini bukan suatu hal yang mengkhawatirkan karena kekhawatiran bukan pada status bekas atau barunya melainkan utamanya pada pemeliharaan dan perawatan.

Pemilihan kendaraan bekas sudah tentu dilakukan dengan melalui berbagai pertimbangan seperti manfaat ekonomi yang masih dapat dihasilkan oleh kendaraan tersebut dengan serta melihat sejarah perawatan kendaraan tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun