Mohon tunggu...
Widiyatmoko
Widiyatmoko Mohon Tunggu... Wiraswasta - Aviation Enthusiast | Aerophile | Responsible Traveler

Penggemar pesawat berbagai jenis dan pengoperasiannya serta perkembangannya melalui membaca. Airport of Birth : HLP Current Airport : DPS

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Mengapa Tidak Kembangkan Desa Wisata di Daerah Terpencil?

11 September 2022   11:50 Diperbarui: 11 September 2022   17:29 449
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Desa Wisata (foto: dok Kemenparekraf RI via Kompas.com)

Daerah terpencil tidak selamanya dipahami sebagai daerah tertinggal akan sentuhan pembangunan saja karena dengan keberadaannya yang umumnya jauh dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan, sebenarnya dapat menjadi tujuan wisata.

Kondisi yang minim dengan hilangnya beberapa fasilitas pada kehidupan perkotaan sehari hari seperti kendaraan bermotor akan membuat kita melewati hari tanpa kebisingan dan tanpa hirupan udara tidak sehat.

Lingkungan pada daerah tertinggal ini yang umumnya berupa desa justru akan mengembangkan desa wisata, dan apabila letaknya di perbukitan atau pegunungan akan menambah kehangatan pada wisatawan.

Suhu udara memang dingin di perbukitan atau di pegunungan akan tetapi dengan kedekatan kita dan ramah tamah dari penduduk setempat akan menciptakan keakraban dan menumbuhkan persaudaraan, bukan kah itu sangat menghangatkan jiwa ?

Sedangkan untuk aksesnya, kita bisa memberdayakan penerbangan perintis dari hanya sebagai alat transportasi yang menghubungkan masyarakat sekitar dengan daerahnya menjadi penerbangan yang membawa manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Dengan demikian penerbangan perintis dapat menghasilkan efek berlipat ganda (multiplier effect) yang akan menambah keefektifan penggunaan pesawat sebagai kendaraan untuk memeratakan pembangunan.

Konsep desa wisata tidak memerlukan gedung beton ataupun restoran dengan menu internasional, cukup dengan mempertahankan eksitensi seluruh aspek kehidupan masyarakat sekitar dengan sedikit peningkatan pada fasilitas dasar wisatawan seperti air bersih dan air minum.

Sedangkan untuk makanan, adalah merupakan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk memperkenalkan makanan khas lokal, dan untuk lebih menambah citra rasa makanan, masyarakat bisa melibatkan wisatawan secara langsung pada proses persiapannya mulai dari bahan mentahnya, memasak hingga penyajiannya.

Beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan adalah :

1. Tetap hargai adat istiadat lokal, bila ada yang perlu ditingkatkan maka usahakan untuk memberikan alternatif cara tanpa harus mengubah esensinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun