Mohon tunggu...
kori hodari
kori hodari Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Now it's time for us try to moving on

Manusia bukan sophos, pemilik kebijaksanaan dan kebenaran utuh, karena ia hanya philosophos, pencinta kebijaksanaan dan pencari kebenaran. -Dr. Zaprulkhan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Strategi Belajar Mandiri yang Efektif

23 September 2021   09:28 Diperbarui: 23 September 2021   09:34 152 2 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Strategi Belajar Mandiri yang Efektif
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Pendidikan ada sejak adanya manusia, hal tersebut dapat menggambarkan bahwa manusia akan terus tumbuh dan berkembang. Dalam prosesnya manusia akan menemui kesalahan-kesalahan dan mengambil hikmah, tak terkecuali dalam proses belajar itu sendiri. Sebetulnya cukup banyak peserta didik yang mempunyai semangat tinggi dalam belajar. Hanya saja, dalam prosesnya peserta didik mengalami masalah belajar seperti mudah lupa, kesulitan mengerjakan soal yang berbeda, menganggap dirinya tidak bisa, dan malas.

Sumber dari masalah diatas yakni karena kurangnya menguasai konsep dasar, dan metode belajar yang cenderung menghafal. Pernyataan tersebut juga sejalan dengan yang dikemukakan oleh Bhakti dan Napis (2018) bahwa dalam proses pembelajaran yang membutuhkan analisis, siswa tidak hanya sekadar menghafal teori atau rumus, akan tetapi lebih ditekankan pada terbentuknya proses pengetahuan dan penguasaan konsep. 

Selain itu, ada peserta didik yang cenderung belajar hanya pada saat tertentu dan terpacu pada penjelasan guru atau buku dari sekolah. Hal tersebut didukung oleh penelitian Rahmayani (2019) yang mengemukakan bahwa ada peserta didik yang mencontek dan beberapa masih belum bisa belajar secara mandiri. Hal tersebut berdasarkan pada fakta, yaitu masih sedikit peserta didik yang mempelajari materi pembelajaran terlebih dahulu dan hanya menunggu penjelasan dari pengajar. Selain itu, ada peserta didik yang hanya belajar apabila ada tugas atau saat akan diadakan ujian.

Hal diatas juga didukung oleh pernyataan Purwanto (2012), bahwa umumnya mata pelajaran yang ditakuti dan tidak disukai peserta didik karena umumnya berawal dari pengalaman belajar yang kurang baik, seperti peserta didik menemukan kenyataan bahwa pelajaran tersebut adalah pelajaran berat dan serius.

Dari gambaran diatas dapat mengetahui sumber dari masalah belajar dan jika peserta didik hanya mengandalkan pengajar sebagai fasilitator maka tidak akan cukup, karena proses pembelajaran adalah kolaborasi dari keduanya. Maka dari itu, peserta didik harus belajar dengan step by step learning strategy, yakni dengan membangun mentalitas belajar, kemampuan berpikir logis serta akademis.

Konsep diri berhubungan dengan membangun cara peserta didik memandang sesuatu. Hal tersebut dapat diawali dengan membangun pola pikir yang benar, tujuan dengan jelas, spesifik, tertulis dan terukur (baca:rencana belajar) serta motivasi yang kuat,  namun cukup longgar diwujudkan. Setelah itu, mengontruksi kebiasaan peserta didik yang kurang baik dengan cara memahami diri sendiri. Dari hal tersebut peserta didik menjadi paham akan konsep diri yang positif maupun negatif dan cara mengendalikannya serta peserta didik dapat menemukan gaya belajarnya. Gaya belajar juga harus didukung dengan cara belajar yang tepat yakni dengan cara mengetahui gambaran umum dari materi tersebut, melakukan mind mapping, serta mempresentasikan, mengimajinasikan, dan mengintegrasikan simbol-simbol yang ada pada realitas. Dari konsep diri tersebut akan menghasilkan mentalitas belajar salah satunya, yaitu tidak mudah putus asa ketika sulit memahami sesuatu.

Selain itu, peserta didik perlu membangun atau meningkatkan kemampuan berpikir logis. Berpikir logis merupakan kemampuan utama karena dengan hal itu peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berpikir yang lain. Secara umum cara meningkatkannya, yakni dengan mempertanyakan suatu hal, besosialisasi dengan orang lain, berpikir objektif dengan melihat persoalan dari berbagai perspektif.

Kedua poin diatas dapat dilakukan secara bersamaan serta memudahkan peserta didik dalam meningkatkan kemampuan akademis.

Daftar Pustaka :

Darmayanti, T. (2008). EFEKTIVITAS INTERVENSI KETERAMPILAN SELF-REGULATED LEARNING DAN KETELADANAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN JARAK JAUH. Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh.

Ismi, T. (2020, Desember 17). Penting di Dunia Kerja, Ini 5 Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis. Retrieved from Glints Blog: https://glints.com/id/lowongan/meningkatkan-kemampuan-berpikir-logis/#.YUwP_bhKjIU

Rahmayani, F. (2019). HUBUNGAN ANTARA KARAKTER MANDIRI BELAJAR DENGAN HASIL. Jurnal Pendidikan Edutama.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan