Mohon tunggu...
KKN Selorejo
KKN Selorejo Mohon Tunggu... Lainnya - KKN UM 2020

Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Malang Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Mahasiswa KKN UM Ciptakan Alat Cuci Tangan Otomatis

4 Juli 2020   09:44 Diperbarui: 4 Juli 2020   09:42 164
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

MALANG, JAWA TIMUR - Mahasiswa KKN UM berinovasi membuat alat cuci tangan otomatis berbantuan sensor guna mencegah penyebaran virus Corona di Desa Selorejo, Dau, Kabupaten Malang. Automatic Hand Washer (AHW) yang disalurkan kepada masyarakat Desa Selorejo ini bertujuan untuk menciptakan gerakan hidup bersih dengan rajin mencuci tangan, sebagai upaya pemutusan mata rantai penularan Covid-19.

Virus corona atau Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan, infeksi virus ini disebut dengan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat, hingga kematian.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah (terkena penyakit tertentu, kurang vitamin, kurang istirahat), maupun perokok. Virus ini juga dapat menyebar dengan sangat cepat, sehingga dalam waktu beberapa bulan saja sudah mewabah pada sebagian besar negara di seluruh dunia dan ditetapkan sebagai pandemi global.

Dr. Bruce Aylward, Penasihat Senior WHO, pada konferensi pers di Jenewa 25 Februari 2020, mengatakan bahwa pendorong utama penyebaran virus corona berawal dari infeksi dalam lingkup keluarga, yakni orang-orang yang menghabiskan waktu dalam ruangan yang sama dengan orang yang sudah terinfeksi virus itu.

Virus corona dapat menular melaui  kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin, serta memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19.

Memasuki bulan Juni ini, pandemi corona yang sudah mewabah hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia masih belum hilang, karena obat dan vaksin yang telah ditemukan masih dalam tahap uji coba. Kendati demikian, roda ekonomi harus kembali bergerak dan kehidupan harus tetap berjalan. Pada Era New Normal ini masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa, namun ditambah dengan penerapan protokol kesehatan yang disarankan oleh pemerintah seperti menjaga jarak, memakai masker saat bepergian, maupun kebiasaan rajin mencuci tangan.

Salah satu cara yang diyakini dapat bekerja secara efektif mencegah penularan virus corona adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk rajin mencuci tangan, kurang lebih selama 20 detik. Yakni dengan membersihkan telapak tangan, menyela jari-jari tangan, memutar ibu jari, menggosok kuku, serta menggosok punggung tangan dan telapak tangan.

Mencuci tangan dengan sabun selama 20 sampai 30 detik lebih efektif membersihkan bakteri, kuman, maupun virus, dibanding menggunakan hand sanitizer. Hal tersebut mendorong kreativitas Mahasiswa KKN UM sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona di Desa Selorejo dengan membuat alat cuci tangan otomatis.

"Kami ingin menerapkan gerakan rajin mencuci tangan sekaligus meminimalisir kontak langsung dengan benda-benda yang sering di pakai banyak orang (dalam hal ini pemutar kran cuci tangan). Kami akan menggantinya dengan kran otomatis berbantuan sensor, sehingga tidak perlu menyentuh kran ketika sedang mencuci tangan," ujar Akmal Fikri selaku penanggung jawab program kerja TTG alat cuci tangan otomatis.

Mahasiswa KKN UM berhasil membuat alat cuci tangan otomatis dalam waktu kurang dari satu bulan, yakni pada 8 Juni sampai 21 Juni 2020. Ide pembuatan alat ini di bawah bimbingan Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. selaku DPL KKN UM Desa Selorejo, yang berawal dari keinginan untuk memberikan kontribusi pada Desa Selorejo di tengah pandemi corona seperti saat ini.

Alat ini memanfaatkan sensor PIR (Passive InfraRed) yang dihubungkan dengan water pump DC 12v untuk memompa air keluar dari tandon dan mengalirkan air tersebut melewati selang secara otomatis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun