Mohon tunggu...
KKN MBKM SIDODADI UM 2022
KKN MBKM SIDODADI UM 2022 Mohon Tunggu... Editor - 31 Januari 2022 - 22 Mei 2022

Akun publikasi kegiatan KKN MBKM Membangun Desa Universitas Negeri Malang Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Mahasiswa KKN MBKM UM 2021 Melakukan Pendampingan terhadap UMKM Tahu di Desa Sidodadi, Ngantang

18 Januari 2022   11:18 Diperbarui: 18 Januari 2022   11:44 90 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

UMKM merupakan satu bagian penting sebagai penopang perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia. Peranan UMKM dalam perekonomian Indonesia adalah sangat sentral dimana tertuang dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Makro, Kecil dan Menengah serta dukungan pemerintah tentang Perindustrian dimana dinyatakan perindustrian diselenggarakan untuk mewujudkan industri nasional sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional, membuka kesempatan kerja dan perluasan kerja, meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan. 

Kegiatan UMKM mempunyai peran yang besar dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja, UMKM juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan dan merupakan motor penggerak pertumbuhan aktivitas ekonomi nasional, keberadaan UMKM tidak dapat di hapuskan ataupun dihindarkan dari masyarakat bangsa saat ini. 

UMKM di bidang olahan pangan atau usaha kuliner sangat banyak di Indonesia salah satunya olahan Tahu milik UMKM Bapak Eko yang berada di Dusun Sekar, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Usaha tahu eco sekar ini sudah berdiri dari 50 tahun yang lalu atau sekitar tahun 1971 dan masih dijalankan hingga saat ini oleh Bapak Eko sebagai generasi ke 3.

Proses produksi tahu melalui beberapa tahapan, tahapan pertama ialah memilih kedelai dengan kualitas yang bagus. Pada proses ini menggunakan tampah agar lebih mudah. 

Setelah mendapatkan kedelai yang berkualitas bagus kemudian dicuci, agar kedelai menjadi lebih empuk lalu direndam selama 3-4 jam. Jam rutin untuk merendam kedelai di usaha milik Bapak Eko adalah jam 1 kemudian dikeluarkan pada jam 7. Setelah proses perendaman selesai, kedelai dicuci dengan air bersih sampai benar-benar bersih. 

Hal ini bertujuan agar kebersihan kedelai terjamin. Langkah berikutnya adalah kedelai digiling menggunakan mesin penggiling kedelai sampai halus, jika listrik padam tempat usaha ini sudah memiliki genset. 

Pada proses ini akan dihasilkan santan kedelai hasil penggilingan kedelai tadi. Langkah selanjutnya hasil penggilingan kedelai tadi langsung direbus dalam bak yang sudah disiapkan menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utama, proses perebusan membutuhkan waktu 10-15 menit sampai mendidih. Proses selanjutnya yaitu penyaringan, hasil perebusan kedelai lalu dipindahkan ke bak yang telah disediakan lalu disaring menggunakan kain belacu yang telah dibuat sedemikian rupa. 

Pada proses penyaringan ini lalu disiramkan air kelapa yang dicampur air panas agar terpisah (air fermentasi) memisahkan air sari pati dan air, dibiarkan selama kurang lebih 5 menit sampai mengendap di bawah. 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal proses penyaringan ini harus dilakukan secara berulang-ulang. Ampas tahu yang tidak terpakai dalam proses penyaringan ini kemudian dikumpulkan untuk menjadi pangan ternak. Langkah selanjutnya air dibuang lalu saripati tahu di cetak dan di press, butuh waktu kurang lebih 10 menit sampai padat. 

Proses selanjutnya setelah terbentuk padat dan air sudah ditiriskan lalu cetakan tahu dipindahkan ke tempat penggorengan. Selanjutnya tahu akan direndam air garam agar rasa asinnya lebih merata. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan