Mohon tunggu...
Abdan Syakuro
Abdan Syakuro Mohon Tunggu... baik baik saja

KKN Tegal 1

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Mahasiswa KKN Alternatif UMP Membentuk Paguyuban Pedagang Tempe

15 Agustus 2020   23:27 Diperbarui: 15 Agustus 2020   23:22 30 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa KKN Alternatif UMP Membentuk Paguyuban Pedagang Tempe
dok. kkn

Margasari (15/8) -- Mahasiswa KKN Alternatif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kelompok Tegal 1 yang beranggotakan Abdan Syakuro, Nazmi Febia Ahda Shabila, Afiffah Dessy Ramadhanty, dan Umu Aidah dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Siti Nur  Azizah., S.E., M.Si melaksanakan program kerja yaitu pembentukan paguyuban pedagang tempe yang berada di Desa Jembayat, Kecamatan Margasari.

Di desa Jembayat ini memang banyak warganya yang dikenal bekerja sebagai pengrajin atau pembuat tempe, kemudian dijual dipasar Margasari maupun dijual keliling desa. Menurut asal usulnya di desa Jembayat ini dulunya terdapat satu pelancong dari Pekalongan bernama bapak Sumarno, beliaulah yang memulai membuat usaha tempe yang kemudian bertambah banyak seperti sekarang.

Tetapi dengan banyaknya pengrajin tempe di desa Jembayat ini ternyata belum terbentuk suatu wadah perkumpulan atau sebuah paguyuban bagi para pengrajin tempe. Mahasiswa KKN alternatif UMP Kelompok Tegal 1 ini pun berinisiatif untuk melaksanakan sebuah program kerja mereka yaitu melakukan pembentukan sebuah paguyuban bagi para pengrajin tempe di daerahnya.

 "Kami sebagai mahasiswa yang sedang melakukan KKN didaerah Margasari dan kebetulan asli sini melihat banyaknya pengrajin tempe di desa Jembayat dan kebetulan belum mempunyai wadah atau sebuah perkumpulan, kami berinisiatif untuk membentuk sebuah paguyuban pedagang tempe didaerah kami." Ujar Abdan selaku ketua KKN Tegal 1

Awalnya mahasiwa KKN ini berkunjung dari satu rumah kerumah para pengrajin tempe membicarakan maksud dan tujuan mereka untuk membuat sebuah paguyuban, setelah itu mahasiswa KKN juga tidak lupa untuk membicarakan program mereka kepada Lurah Desa Jembayat dan Lurah pun setuju dengan adanya pembentukan sebuah Paguyuban.

Perlu diketahui dari 24 pengrajin tempe yang ada di desa Jembayat yang telah di wawancarai, 19 pengrajin tempe menyetujui adanya pembentukan paguyuban pedagang tempe desa Jembayat.

Pada tanggal 29 Juli 2020 pukul 19.30 sampai 21.30 bertempat pada balai pertemuan Desa Jembayat dilakukan sebuah pembentukan struktur organisasi paguyuban dan pengesahan paguyuban oleh Kepala desa Jembayat, Bapak Prima Adam yang diberi nama " Paguyuban Pedagang Tempe (PPT) Desa Jembayat". Pada acara tersebut dihadiri oleh 13 pengrajin tempe, ketua Rt 01 bapak Munawi dan Rt 02 bapak Sutarmo, Ketua RW 02 bapak Zamzami, S.H serta turut hadir tokoh masyarakat yang diwakili oleh Ustad Komarudin dan Lurah Desa Jembayat bapak Prima Adam dengan ketua paguyuban terpilih bapak Aminudin.

Ketua paguyuban pedagang tempe Aminudin, mengucapkan terimakasih kepada anggota KKN Alternatif FEB UMP yang telah mampu mengumpulkan para pengrajin tempe dalam sebuah wadah yang kedepannya bermanfaat bagi sesama pengrajin tempe.

"Paguyuban ini kedepannya akan digunakan sebagai tempat dalam mengatasi masalah, perencanaan usaha, kesejahteraan anggota dan juga akan membuat sebuah koperasi."

Kepala Desa Jembayat Bapak Prima Adam berpesan "Dengan adanya wadah ini sesama pedagang tempe harus bisa guyub rukun, dan sudah mempunyai sebuah rumah untuk saling bertukar pikiran dan ide, kedepannya paguyuban ini diharapkan tidak hanya untuk kesejahteraan para anggota, tetapi dapat bermanfaat untuk masyarakat dan berkontribusi dalam kegiatan sosial.

 

VIDEO PILIHAN