Mohon tunggu...
Kitong Bisa
Kitong Bisa Mohon Tunggu... -

Kitong Bisa adalah sebuah konsultan nonprofit yang bergerak dalam bidang pendidikan, konsultasi manajemen, event organizer, dan juga CSR adviser. Kitong Bisa didirikan di Papua pada tahun 2009, dan saat ini, jangkauan areanya sudah beredar di seluruh Indonesia, bahkan hingga Vietnam. Kitong Bisa saat ini juga berpartner dengan sebuah perusahaan IT Solution and Apps Developer, untuk membuat berbagai produk teknologi, khususnya yang membantu proses pendidikan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Yuk, Beralih Profesi Menjadi 'Womenpreneur'

31 Juli 2017   11:35 Diperbarui: 31 Juli 2017   11:56 395
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tim Kitong Bisa Saat Assesment Untuk Siswi SMK di Fak-fak

Indonesia dengan jumlah penduduk yang berkisar 255 juta orang masuk dalam kategori negara dengan berpenduduk padat keempat setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat. Populasi penduduk yang melimpah ini bahkan diisi oleh sederetan kaum muda berusia dibawah 30 tahunan. Kondisi ini seolah mengidentifikasikan bahwa Indonesia berpeluang memiliki tenaga kerja yang mumpuni untuk  kedepannya dapat dijadikan pangsa perekonomian terbesar di Asia.

Namun, yang terjadi adalah saat ini masih banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia. Dari Badan Pusat Statisik menjelaskan bahwa hingga tahun 2016 masih terdapat 7 juta orang yang masih berada dalam naungan tidak memiliki pekerjaan. Permasalahaannya adalah masih sulitnya lahan pekerjaan khususnya untuk kaum perempuan. Banyaknya kaum perempuan yang bekerja masih dikategorikan dalam pekerjaan kasar. Beberapa diantaranya menganggap perempuan tidak perlu bekerja. Sedangkan faktanya, kebutuhan ekonomi terus meningkat. Tidak saja untuk keperluan pribadi namun juga hingga keperluan keluarga yang terkadang menjadi permasalahan.  

Kondisi ini lalu menarik kesimpulan bahwa perlu adanya inisiatif sendiri dari para perempuan untuk membuka peluang kerjanya sendiri dengan menjadi pengusaha. Menjadi pengusaha, khususnya seorang perempuan bukan saja untuk memberikan kepuasan batin tersendiri, karena melihat kebutuhan perempuan sendiri juga cukup banyak, namun juga memberikan peluang bagi pribadi untuk mengembangkan diri dan saling membantu. Bukan tidak mungkin, jika usaha berjalan sukses maka kedepannya usaha tersebut dapat membuka peluang tenaga kerja bagi warga sekitarnya.

Lalu, apa saja yang dapat memberikan dampak positif ketika kita menjadi seorang entrepreneurship? Berikut poin penting yang bisa dipertimbangkan untuk beralih profesi menjadi seorang Womenpreneur;

  • Menambah Wawasan

Memulai menjadi pengusaha terlebih bagi yang belum pernah memiliki usaha / bisnis tentu akan menjadi pelajaran yang baru. Para pemula bisnis harus mencari cara bagaimana memulai bisnis, bisnis seperti apa yang akan digeluti, bagaimana proses menjalankannya, dan sebagainya. Hal ini yang akan membuka kembali wawasan seseorang dalam menggali potensi dan peluang dalam berbisnis.

  • Melatih Manajemen Diri

Untuk menjadikan bisnis dapat berjalan sukses, harus didukung dengan manajemen diri yang baik. Ini terkait dengan bagaimana cara proses belajar calon pengusaha dalam menjalankan bisnisnya, seperti halnya menepati janji dengan rekan bisnis. Melatih manajemen diri juga terkait dengan bagaimana seorang pengusaha bersikap dalam menghadapi sesuatu. Menjadi seorang pengusaha tentu akan memiliki banyak kesempatan dalam menghadapi tantangan, baik dari rekan bisnis atau laju naik turunnya penjualan.

  • Melatih Manajemen Waktu

Ini perlu dilakukan oleh pelaku bisnis. Mengalokasikan waktu yang ditentukan guna janjian dengan klien atau distributor adalah hal yang penting untuk menjamin hubungan yang baik dengan rekan bisnis. Menepati waktu pengiriman barang ke konsumen / pembeli juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen untuk membeli kembali di tempat yang sama.

  • Melatih Jiwa Kepemimpinan

Untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses harus memiliki jiwa kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan bukan saja tercipta bagi seseorang sejak lahir, namun juga dapat diciptakan oleh kita sendiri dengan melatih dan membiasakannya. Ini akan sangat penting ketika bisnis yang dijalankan sudah dapat mempekerjakan karyawan, sehingga perlu cara dan strategi dalam berkomunikasi dengan bawahan agar pekerjaan yang dijalankan dapat produktif. Sehingga, secara tidak langsung, jiwa kepemimpinannya akan terlatih.

  • Mendapatkan Rekan bisnis / Networking

Bergelut di dunia bisnis tentu harus siap kebanjiran kenalan. Akan ada banyak orang yang mau diajak kerjasama dan mengajak kerjasama. Mendapatkan networking ini juga akan berdampak positif untuk bisnis yang dijalankan sebagai cara untuk memperkenalkan produk pada masyarakat.

  • Melakukan Hal yang Selama Ini Tertuda

Aktivitas ini yang paling dinanti-nanti. Mungkin sebelum bergelut di dunia bisnis, kita masih sering kesulitan untuk membeli apa yang kita inginkan dan idam-idamkan, terlebih perempuan yang banyak memiliki keinginan-keinginan khusus yang memuaskan batin ataupun mungkin pernah terbesit ingin pergi ke tempat-tempat wisata eksotik yang memerlukan dana yang cukup besar namun belum tersampaikan. Hal ini akan berbeda ketika kita sudah memiliki penghasilan sendiri dangan hasil yang cukup melalui bisnis yang dijalankan. Segala hal yang awalnya hanya sekedar impian akhirnya dapat terealisasi.

Memiliki bisnis sendiri tentu akan menyenangkan terlebih jika bisnis tersebut meraih kesuksesan hingga membuka peluang bagi banyak tenaga kerja. Namun, segala upaya demikian tidak akan berjalan baik-baik saja. Pasti akan ada lika-liku ceritanya. Pasti akan ada cobaan dan masalah yang dihadapi. Untuk itu, perlu proses demi menghasilkan impian tersebut menjadi nyata. Tentunya tidak hanya dengan modal nekat dan finansial, namun juga perlu adanya teknik dan pengetahuan khusus dalam memulai suatu bisnis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun