soekito prawiroatmodjo
soekito prawiroatmodjo pensiunan PNS

lulusan ITB 1959 jurusan mesin pensiunan PNS

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mekanisme Berpikir dengan Organ Otak dan Berpikir dengan Hati

13 Januari 2019   07:13 Diperbarui: 13 Januari 2019   07:30 151 2 0

T U B U H  MANUSIA

Tubuh  adalah raga, fisik seperti yang bisa kita lihat sebagai badan-berotot, berdaging, bertulang, berdarah, punya susunan saraf dan sebagainya, dalam bentuk susunan struktur biologis dan yang terbagi menjadi 2 wilayah  :

Wilayah yang bersifat tetap tidak berubah-ubah, tidak terpengaruh sama sekali dengan kondisi kesadaran organ o t a k, dan yang bekerja terus-menerus tanpa istirahat dan berhenti, selama hidupnya.

Seperti, organ  j a n t u n g serta organ lainnya dengan sistem-sistemnya.

Wilayah lainnya bersifat berubah-ubah dan tergantung kondisi kesadaran otak. Di saat kondisi otak  dalam gelombang Beta, maka semua organ siap bekerja aktif menjalankan tugasnya masing-masing, tetapi disaat kondisi  otak  dalam gelombang Alpha menuju Theta, maka semua organ tidak dapat berkerja atau dalam keadaan istirahat.

 

PENGENDALI TUBUH MANUSIA

Ruh-Nya  adalah pengendali utama seluruh tubuh manusia, khususnya yang dikendalikan langsung untuk organ-organ yang tugas-kerjanya dibawah sadar, seperti jantung, peremajaan sel-sel, sistem kekebalan tubuh, sirkulasi peredaran darah, cairan dan zat-zat makanan serta oksigen.

Sedangkan organ-organ lainnya, yang tugas-kerjanya dalam keadaan sadar, dikendalikan melalui unsur  jiwa.

J i w a -- adalah  unsur non-materi  yang mulai "dibangkitkan" oleh Allah SWT didalam tubuh manusia, sesudah ditiupkan Ruh-Nya, dengan tugas kerja mengendalikan gerakan seluruh organ-organ tubuh, melalui  o t a k  yang dalam kondisi sadar serta jaringan saraf-sarafnya. 

 

HATI SEBAGAI SUB-SISTEM JIWA

Kita telah mengenal berpikir dengan  otak  sebagai aktivitas manusia dalam keadaan sadar penuh yang sedang menjalankan tugas sehari-harinya sebagai khalifah di muka bumi.

Kita juga sudah mengenal q a l b atau  h a t i  yang bersifat non-fisik  merupakan Lathifah-Rabbaniyah yaitu sesuatu yang bersifat halus, tidak bisa dilihat dengan mata, yang hanya bisa dilihat dengan  rasa, yang menjadi sub-sistem dari Jiwa  sebagai Sistem Nafsani.

Meskipun ummat muslim sudah mengerti surah Al-Hajj (22) ayat 46, namun banyak yang belum meyakini, bahwa  hati  yang ada di dalam dada, yaitu  jantung yang ternyata dapat memahami sesuatu, dimana artinya dapat berfungsi untuk berpikir seperti  otak.

 

ORGAN JANTUNG DAPAT BERPIKIR 

Para ilmuwan di Pusat Penelitian HeartMath Institute dalam penelitiannya, baru sekarang bisa menunjukkan bahwa "jantung" ternyata lebih jauh dari sekedar  pompa  sederhanadimana menjadi tempat menopang kehidupan kita. Akan tetapi "j a n t u n g"  a d a l a h  pusat proses informasi yang amat kompleks dan terorganisasi sendiri, dengan "otak" fungsionalnya sendiridapat berpikir seperti organ otak.

 

PROSES OTAK BERPIKIR

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4