Mohon tunggu...
David Abdullah
David Abdullah Mohon Tunggu... Lainnya - —

Best in Opinion Kompasiana Awards 2021 | Kata, data, fakta

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Artikel Utama

Rudal Liar di Polandia, Operasi Bendera Palsu?

18 November 2022   13:20 Diperbarui: 19 November 2022   07:35 1249
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi konflik antara Rusia negara yang dipimpin Putin dengan Ukraina negara yang dipimpin Zelensky masih berlangsung. Sumber: AFP/Tiziana Fabi via Kompas.com

Untuk mengidentifikasi apakah rudal liar itu bisa diklasifikasikan sebagai operasi bendera palsu, maka harus dilihat impak yang ditimbulkannya dan siapa yang paling diuntungkan.

Guna membenarkan serangan balasan dalam konteks operasi bendera palsu, lazimnya dibutuhkan jatuhnya korban jiwa yang sangat masif atau tewasnya tokoh politik/militer berpengaruh.

Sementara dalam serangan rudal yang menyasar di Polandia, hanya merenggut dua warga sipil. Pun rudalnya "hanya" ditembakkan ke area pedesaan terpencil, bukan ke wilayah strategis di Polandia. Hal itu belum cukup guna memvalidasi NATO untuk turut menyerang Rusia.

Meski bukan termasuk operasi bendera palsu yang dapat memicu perang lebih besar, Ukraina terbukti "diuntungkan" dengan adanya serangan yang diduga berasal dari pihak mereka sendiri itu.

Serangan rudal liar tersebut memastikan bahwa blok barat masih berada di pihak Zelensky. Insiden itu juga bisa membuka peluang blok barat untuk meningkatkan bantuan militer ke Ukraina. Di samping itu, Ukraina juga terbukti dapat kembali meraih simpati dari dunia dalam situasi konflik yang sangat melelahkan setelah terjadinya serangan tersebut.

Di sisi lain, Rusia makin tersudut serta dikucilkan. Tak hanya dorongan publik untuk menghukum Rusia menjadi lebih kuat, kesadaran kolektif negara-negara anggota NATO guna terus memperkuat pertahanan mereka untuk menghadapi Rusia pun turut meningkat.

Fakta bahwa jatuhnya rudal bertepatan dengan gelombang rudal bertubi-tubi Rusia dan ajang KTT G20 yang dihadiri oleh Zelensky, membuat dugaan makin menguat bahwa kubu Ukraina memang sengaja mengarahkan rudal ke wilayah Polandia sebagai bagian dari operasi bendera palsu agar NATO terprovokasi.

Hal itu juga tercermin dari sikap mereka yang bersikeras menuding Rusia sebagai pelakunya, meskipun narasi tersebut tak didukung oleh pihak-pihak yang selama ini menyokong Negeri Keranjang Roti itu.

AS juga sempat menyebut bahwa rudal yang mendarat di perbatasan Polandia, diluncurkan dari wilayah Ukraina. Meski demikian, anehnya, rudal itu dilaporkan merupakan buatan Rusia. Adapun pola serangan semacam itu kerap digunakan untuk melakukan operasi bendera palsu dalam berbagai peperangan di dunia.

Di samping itu, Zelensky bahkan secara terbuka mendesak NATO untuk segera melakukan tindakan tegas kepada Rusia usai insiden. Fakta itu kian memperkuat sangkaan bahwa Ukraina lah dalang di balik serangan rudal liar di Polandia.

Terlepas dari pihak mana pun yang harus bertanggung jawab dalam serangan rudal itu, semua pihak harus mampu menahan diri serta berhati-hati. Setiap aksi harus benar-benar terukur dan dihitung secara cermat terkait dampak yang ditimbulkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun