Kinanti
Kinanti Freelancer

tetap bersyukur

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Hai Bunga

16 Mei 2019   19:05 Diperbarui: 16 Mei 2019   19:06 14 3 0

Siang itu aku sedang duduk di tempat duduk biasanya diduduki oleh anak yang akan masuk kelas siang. aku sedang asyik dengna temanku. dari jauh kamu berjalan mendekati ku. kamu tidak ganteng tidak juga manis. tapi entah kenapa pertama mataku terbuka mengarah ke kamu. dengan pakaian pdh yang lengannya ditekuk ke atas membuat warna kulitmu nampak, iya kamu lebih putih dari semua temanku yang sedang duduk bersamaku. 

Aku tidak mengenal kamu sama sekali, kamu juga tidak mengenal aku. lalu? untuk apa aku melihatmu terus? 

Kamu lewat tepat di hadapanku, ternyata kamu mengenal dia, mungkin kamu kenal dekat dengan dia.  itu pertemuan pertama kita mungkin...

Usai kelas aku tak pulang, aku duduk kembali menunggu kamu, kali aja kamu ingin  melintas di hadapanku lagi, jadi aku menunggumu. lagi-lagi kamu ada dan mungkin kamu mengenal dia, sangat dekat. curigaku begitu. 

Kita tidak pernah bertemu sebelumnya kan? mungkin saja... 

Bahkan kita tidak pernah bercakap satu kali pun, padahal aku kenal dia juga. 

Lagi-lagi kamu hanya lewat, 

Aku pun ingin tahu kamu seperti dia tahu, tapi bagaimana caranya? aku cuman tahu nama panggilan kamu saja. bagaimana cara ku mengetahui lebih dari nama panggilanmu lalu?

Berharap tuhan yang akan membukakan jalan untuk itu, namun tak sebecanda itu, karena tuhan lebih tahu mana yang baik buat kita semua. namun tak ada salahnya untuk aku menceritakan semuanya kepada-Nya. karena hobiku yaitu bercerita segala sesuatu yang terjadi pada diriku kepada-Nya, padahal Tuhan lebih mengetahui semuanya, bahkan tuhan bisa mengetahui apa yang akan terjadi ke depannya. 

Akupun pulang, ingin mengetahui kamu lebih, iya. namun hingga saat pulang hanya nama panggilanmu saja yang kutahu. rumahmu? hobimu? apalagi nomor hpmu, sungguh tidak mungkin untuk aku tahu itu semua. 

Hobi lainku yaitu mencari tahu segala informasi hingga ke akar-akarnya. sepulang sekolah akupun mencari kamu, namun tidak langsung, melainkan melalui media sosial yang ada di handphone aku, tapi aku hanya tahu nama panggilanmu saja, lalu bagaimana aku bisa menemukanmu? 

Namun aku tidak menyerah, dan setelah seharian mencari akhirnya aku tahu namamu secara utuh. dan kamu tahu? aku menemukan hatimu  sudah dengan yang lain waktu itu, dan ternyata dia adalah temanku juga, dunia ini sungguh sempit. 

Dan sekarang aku hanya dapat melihatkamu dari sela-sela daun yang ada di pinggir tempat biasa kami duduk, dari kejauhan dan dari mimpi di malam hari, ntah akan sampai kapan dan  aku senang tahu namamu dan tahu kamu walaupun tidak di dunia nyata. 

Semoga kita bisa bertemu di dunia yang nyata ini dan kenalkan, aku bunga, mungkin cerita bunga yang pertama, siapa tahu nanti kamu bertemu bunga di jalan dan kamu  bilang " hai bunga ".