Kinanti
Kinanti Freelancer

tetap bersyukur

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Lagi-lagi Kamu

23 April 2019   23:35 Diperbarui: 23 April 2019   23:39 28 4 1

sepertinya kamu ingin menyapaku? iya bukan ?

sepertinya kamu ingin katakan "aku rindu"? iya bukan ?

kamu ingin tahu kabarku ? iya bukan ? 

kamu ingin menceritakan momen yang terjadi setelah itu ? iya bukan ?

kamu menyesal ? 

yah lagi-lagi kamu...

dan kamu pun lagi-lagi...

ah, yasudah... 

pagi itu terjadi seperti pagiku yang biasa, bangun pagi lalu menghabiskan segelas teh hangat dan segera mandi. tepat pukul delapan aku dan motor pingku bergegas menuju kampus. dan di kampus seperti kampus biasanya, tidak ada yang baru. tidak ada yang menarik hmm...

hingga sore hari akupun tidak sengaja bertemu kamu, iya kamu yang dulu pernah jadi teman bahagiaku, ya hanya teman yang lebih dari teman, entah apa sebutannya.

 " kamu ? " tegurku dalam hati.

matamu langsung mengarah pada jam yang ada di dinding seolah-olah tak ada yang nampak selain jam dinding. 

apakah tegurmu dalam hati juga? hmm

ternyata kamu tidak berbeda, masih sama saja. mata kamu masih sama seperti yang dulu, berwarna hitam pekat, rambutmu pun sama tersisir dengan rapi. bajumu? masih sama seperti yang pernah kamu kenakan sewaktu kita baik-baik saja. 

hampir setengah jam kami bersama namun tak ada sepatah katapun yang terlontar. gengsi? sepertinya iya. sakit hati? mungkin iya juga. 

setengah jam berganti satu jam. akupun membiasakan diri, memutar lagu kesukaan dan bernyanyi dengan suara apa adanya. mungkin itu salah satu caraku meminimalisir kegelisahanku waktu itu. hampir satu album habis kami pun tak berkata satupun. akupun asyik berbincang dengan orang yang ada di muka bumi ini kecuali dirinya. iya kata-kata yang terlontar tidak sejalan dengan mata dan hati yang tertuju ke kamu. 

hujan pun turun dan semakin lebat, aku terjebak ditengah-tengah derasnya hujan. aku tidak senang. ingatanku pun mulai pulih. seketika semua tergambar jelas kejadian demi kejadian dengannya di depan mataku. hmm...

tak tahu kenapa, kamupun tiba-tiba berkata 

"hai" ungkapmu

"eh, aku? " jawabku dengan mata tak sejalan dengan pikiran saat itu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3