Mohon tunggu...
GlynxxChlora
GlynxxChlora Mohon Tunggu...

Talk less during eating ------- Kompasiana yang sebelumnya : https://www.kompasiana.com/achsaniadevifatika2338

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Apakah Hukuman Drop Out bagi Siswa Bermasalah Memberikan Efek Jera?

14 April 2019   12:30 Diperbarui: 14 April 2019   12:34 0 3 2 Mohon Tunggu...
Apakah Hukuman Drop Out bagi Siswa Bermasalah Memberikan Efek Jera?
https://www.shutterstock.com/ 

Di lingkungan rumah saya itu bocilnya lebih banyak daripada yang seumuran dengan saya.  Ada geng mafianya para bocah cilik ini anggotanya kurang lebih 5 sampai 7 anak laki-laki semua. Usianya beragam, mulai dari 10-16 tahunan atau siswa tingkat SD-SMP. Bosnya geng ini masih kelas 5 SD, seharusnya dia ini sudah SMP kelas 8 tapi karena tinggal kelas dia masih angkrem di kelas 5.

Memang anak-anak ini kategori anak bandel, ngerokok, biasanya ngoplos energy drink rasa anggur dengan alcohol antiseptic, langganan dimarahin wali murid apalagi walikelas. Ya saya hafal karena mereka ini nongkrongnya di sebelah rumah ada gudang tetangga yang jarang dipakai dijadikan langganan ngumpulnya bocil-bocil ini.

Nah suatu hari pada hari sabtu pagi salah satu member mafia bocil ini main ke rumah minta koneksi wifi, lah wajarnya jam paginya anak seusia dia ini sudah berseragam berangkat ke sekolah, dia ini justru masih kumel kecut muka bantal. Pas saya tanyai ternyata ngakunya sudah di Drop Out dari sekolah. Di beberapa minggu kemudian ganti anggota yang lain pagi-pagi kumel juga bukannya berseragam malah lewat depan rumah entah mau kemana, saya yang nyapu di depan rumah ya saya sapa "Kok nggak sekolah cil?" jawabannya sama di DO juga. Lama-lama mereka satu geng ini kecuali yang bos gengnya yang masih SD sudah jadi siswa DO-an semua alasannya terlalu sering bolos dan membuat masalah.

Bos geng ini langganan orangtuanya dipanggil ke sekolah, bahkan di depan guru dan orangtuanya, anak ini berani mengeluarkan kalimat kasar pada guru yang kategori killer di SD tersebut. Tapi sebenarnya dia ini punya sisi lembut. Pernah main ke rumah niatnya ngajakin adek saya yang SMP buat mabar moba analog, sama Ibu saya diguyonin "Anak ganteng ini kenapa kok bandel ya, wong kalau nggak bandel itu lo ganteng" dia yang sambil mantengin layar hapenya jawab malu-malu "Kurang kasih sayang".

Loh saya ini nggak nyangka, saya kira yang penampilan preman bandel-bandel seperti itu nggak bakal jawab dengan blak-blakan. Sejak itu geng bandel ini sering main ke rumah untuk sebatas mabar  game, karena dibolehkan main ke rumah dengan alasan mereka ini meskipun bandel tapi sebenarnya tau tempat, masih ngerti sungkan dan yang utama adek saya yang SMP tidak terpengaruh.

Seringnya mereka ke rumah membuat saya tahu sifat asli mereka sebenarnya penurut hanya saja kurang motivasi. Mereka bertingkah bandel dan membentuk geng tersebut karena membentuk power. Disisi lain mereka semua memiliki latar belakang yang sama, dicuekin orangtua kalau istilah jawanya diumbar. Main sampai malem nggak dicari, nggak pulang lebih dari dua hari nggak dikonfirmasi tidur dimana, dan ketika bertemu orangtua hanya dimarahi karena kesalahannya tanpa dijelaskan mengapa dan bagaimana solusinya.

Setelah di-DO oleh sekolah mereka setiap hari hanya wira-wiri nggak jelas tujuannya. Sebenarnya mereka pernah cerita kalau sayang tidak sekolah dan mereka juga sadar jaman sekarang butuh ijazah, karena alasan orangtua dan pihak sekolah yang sudah melabeli mereka dengan siswa bandel dantukang bolos mereka kehilangan motivasi untuk melanjtkan sekolah formal dan mereka juga mengaku DO bukanlah hukuman yang membuat mereka jera.

Bukankah seharusnya bimbingan konseling lebih telaten menghadapi siswa seperti mereka dan membuat management konseling lebih matang?

Anda bisa pelajari Konsep management dalam BK lebih lanjut di sini.