Mohon tunggu...
Kimi Raikko
Kimi Raikko Mohon Tunggu...

Just Another Days In Paradise \r\n\r\n \r\n\r\n\r\n \r\n\r\n

Selanjutnya

Tutup

Digital

Berhenti Menulis Karena Karya Dibajak

26 Desember 2011   01:00 Diperbarui: 25 Juni 2015   21:45 0 0 0 Mohon Tunggu...

[caption id="attachment_151264" align="aligncenter" width="600" caption="Luci­a Etxebarria, sumber: wikipedia"][/caption] Apa yang anda lakukan bila karya yang anda tulis susah payah, baik buku, musik maupun film kemudian seenaknya dibajak, didownload dan kemudian diperjualbelikan? Mungkin anda memutuskan untuk terus menulis, namun tentu sangat terbuka kemungkinan untuk berhenti berkarya. Tampaknya keputusan yang kedua, yaitu berhenti menulis baru saja diambil oleh seorang novelis asal Spanyol, Lucía Etxebarría de Asteinza. Guardian melaporkan bahwa Lucía Etxebarría de Asteinza baru saja memutuskan untuk berhenti menulis. Ia  mengklaim bahwa  download ebook ilegal telah memaksanya untuk tidak menulis lagi dan mulai mencari pekerjaan baru. Ia juga menambahkan bahwa adanya fakta bahwa bukunya yang didownload secara ilegal lebih banyak daripada yang laku melalui penjualan karenanya ia memutuskan untuk berhenti menulis dalam jangka waktu yang lama sebagaimana ia umumkan di halaman Facebook-nya. Tentu kita perlu mengenal penulis Spanyol yang pernah memperoleh penghargaan ini. Dari halaman wikipedia dinyatakan bahwa Lucía Etxebarría adalah penulis asal Spanyol yang lahir di Valencia pada tahun 1966. Buku pertamanya adalah biografi vokalis Nirvana Kurt Cabain dan istrinya Courtney Love, La historia de Kurt y Courtney: aguanta esto yang diterbitkan pada tahun 1996. Dalam karier kepenulisannya ia pernah diduga melakukan plagiasi sebanyak dua kali, yaitu pada thun 2001 dan 2006. Pada tahun 2001 majalah Spanyol Interviú menerbitkan sebuah artikel yang menyatakan Lucía Etxebarría telah menyalin kata-kata dari Antonio Colina untuk bukunya Estacion de infierno.Dalam novel pertamanya, Amor, curiosidad, Prozac dudas y,terdapat kalimat yang disalin dari buku Prozac Nation, yang ditulis penulis  Amerika, Elizabeth Wurtzel. Pada tahun 2006,   psikolog Spanyol Jorge Castello menggugat Lucía Etxebarría untuk plagiarisme. Jorge Castello menyatakan bahwa Etxebarria menggunakan salah satu artikelnya dalam bab pertama bukunya Ya ada por amor sufro, mencampur kalimat dari artikelnya dengan kalimat sendiri, tanpa tanda kutip yang tepat dan dengan cara yang tidak mungkin untuk mengetahui siapa yang menulis artikel tersebut. Etxebarría  mengatakan kepada Guardian Spanyol menghadapi masa yang sulit karena maraknya pembajakan online mulai dari musik, film sampai dengan karya sastra. Tentunya bukan Spanyol saja kalau kita melihat betapa banyaknya download ilegal yang terjadi di internet saat ini. Download ilegal sudah menjadi keseharian pengguna internet karena tersedianya banyak cara dan sumber untuk melakukan download. Kita bisa mencoba sendiri dengan mengetikkan kata tertentu di mesin pencari kita bisa memperoleh link sesuatu yang ingin kita download, baik itu lagu, film dan buku. Spanyol sendiri menurut Etxebarría berada pada posisi teratas peringkat download per kapita di dunia. Melihat kenyataan ini ia memutuskan paling tidak untuk berhenti menghasilkan buku selama tiga tahun dan menerima tawaran pekerjaan. Ia juga mengakali agar bukunya tidak lagi dibajak dengan hanya menerbitkan buku-bukunya dalam bahasa Jerman dan  Prancis di mana perlindungan kepada penulis dikedua negara tersebut lebih baik dibandingkan dengan negaranya sendiri, Spanyol. Jika kita meliha kasus ini terasa sekali, betapa pembajakan buku bisa menghacurkan kreatifitas penulis. Demikian juga pembajakan lainnya seperti film dan lagu. Dari dulu pembajakan sudah ada, namun persebaran pembajakan tersebut tidak seperti sekarang yang sangat masif karena adanya kemajuan di bidang terknologi terutama internet. Tidak heran, buku terbaru, album terbaru dan film terbaru sudah tersedia di internet untuk didownload, sedangkan versi aslinya belum dijual atau bahkan mungkin beberapa hari yang lalu baru diperkenalkan. Nah akankah anda berhenti juga karena artikel anda juga dibajak? Sumber: Guardian

KONTEN MENARIK LAINNYA
x