Mohon tunggu...
Wahyu Barata
Wahyu Barata Mohon Tunggu... Penulis - Marketing Perbankan

Wahyu Barata.Lahir di Garut 21 Oktober 1973. Menulis puisi, cerita pendek,dan artikel. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Sari Kata, majalah Aksara , Media Bersama, Kompas, Harian On Line Kabar Indonesia, beberapa antologi bersama, dan lain-lain.Kini bekerja sebagai marketing perbankan tinggal di Bandung.

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Halaman untuk Berkebun

27 Juli 2021   15:42 Diperbarui: 27 Juli 2021   19:19 27 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Halaman untuk Berkebun
20210727-075100-1-60ffbb291525104d6d4df6e2.jpg

Foto Dokumentasi Pribadi

Halaman di depan dan di belakang rumah tidak begitu luas, 3.500 meter persegi saja, diapit tembok dan pagar perumahan di sekitar.

screenshot-2021-07-27-08-23-29-1-60ffbc0cb9c2341e0109af52.png
screenshot-2021-07-27-08-23-29-1-60ffbc0cb9c2341e0109af52.png

Foto Dokumentasi Pribadi.

Di situ saya mengembangkan hobi bercocok tanam dengan membudidayakan 10 jenis sayuran secara bergantian. Sisa lahan untuk menanam tanaman herbal, tanaman hias, pohon mangga, jambu air, jambu biji, dan kapulaga.

Foto Dokumentasi Pribadi.
Foto Dokumentasi Pribadi.

Foto Dokumentasi Pribadi.
Foto Dokumentasi Pribadi.

Saya memilih sayuran berumur pendek biar risiko terkenan hama penyakit rendah dan cepat panen, seperti kangkung, loose leaf lettuce  (selada daun yang tidak membentuk krop, biasa diselipkan di roti burger), bayang merah, kacang panjang, terong pakcoy, mentimun, dan pare. Tanaman herbalnya sambiloto, kumis kucing, daun binahong, bratawali, sirih, sirih merah, jahe merah.

Foto Dokumentasi Pribadi.
Foto Dokumentasi Pribadi.

Sayuran itu ditanam di pematang-pematang berukuran 1,210 meter. Ada 200 lebih pematang, satu jenis sayuran ditanam di 10 pematang. Secara berkala diberi pupuk kandang dan pupuk kimia, disiram setiap pagi dan sore. Biaya produksi untuk benih dan pupuk enam juta rupiah lebih. Karena tidak bisa membayar tenaga kerja, penanaman, pemupukan, penyiraman, dan pengolahan tanah saya kerjakan sendiri fi hari Santu-Minggu, dan di luang waktu di luar jadwal Work From Home . Tetapi saya lebih betah bekerja di kebun he..he...he...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN