Mohon tunggu...
Wahyu Barata
Wahyu Barata Mohon Tunggu... Marketing Perbankan

Wahyu Barata.Lahir di Garut 21 Oktober 1973. Menulis puisi, cerita pendek,dan artikel. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Sari Kata, majalah Aksara , Media Bersama, Kompas, Harian On Line Kabar Indonesia, beberapa antologi bersama, dan lain-lain.Kini bekerja di BNI Syariah Bandung dan tinggal di Bandung.

Selanjutnya

Tutup

Sehatdangaya

Ngabuburit

10 Mei 2019   08:57 Diperbarui: 10 Mei 2019   09:27 0 2 0 Mohon Tunggu...
Ngabuburit
Foto Suasana Ngabuburit di Alun-Alun Bandung. Dokumen Pribadi

Di masa kanak-kanak biasanya saya bersama teman-teman ngabuburit ke pengkolan (pusat keramaian di kota), ke alun-alun, atau main di sekitar halaman rumah. Saya dan teman-teman biasanya main ular tangga, ludo, halma,  monopoli, catur, kartu remi, bersepeda, main sepatu roda, atau main sepak bola sekuatnya. 

Kami sering juga mengunjungi pesantren kilat di masjid atau sekolah yang mengadakannya. Setelah terdengar adzan Maghrib kami jajan kolak pisang dan kolang-kaling,es goyobod,mie bakso,mie ayam, tahu kupat,sesuai keinginan masing-masing. Seusai berbuka puasa lalu shalat ke masjid terdekat.

Ngabuburit berasal dari kata bahasa Sunda "burit" artinya menjelang Maghrib. Ngabuburit bisa berarti jalan-jalan sore menjelang Maghrib. Di bulan Ramadan ngabuburit menjadi tradisi keluarga dan teman-teman.

Sekarang ngabuburit tidak hanya diartikan jalan-jalan sore saja. Para millenial mulai banyak memanfaatkan ruang terbuka hijau kekinian yang dipilih untuk lokasi menunggu adzan Maghrib. Di Bandung banyak taman indah tempat berkumpul para penjaja ta'jil saat Ramadan tiba. Seperti Taman Alun-Alun Bandung yang besar dan luas.

Menunggu waktu berbuka puasa bisa dengan berbagai kegiatan, di antaranya yang saya ingat :

- Jalan-Jalan Sore

Jalan-jalan sore di sekitar lingkungan tempat tinggal atau di manapun bersama keluarga maupun teman-teman dekat terasa lebih menyenangkan.

- Olah Raga

Kita masih bisa berolah raga saat berpuasa,dengan kategori ringan dan menyenangkan. Misalnya bulu tangkis, tenis meja, bumerang in door, roller blade,...Berolah raga membuat badan tetap fresh dan bugar sepanjang bulan Ramadan.

-Menonton Film

Menonton film saat kita fokus ke adegan demi adegan di jalan ceritanya, dengan durasj rata-rata antara 90 sampai 120 menit, tak terasa waktu berjalan menuju maghrib.

-Memasak

Ramadan menjadi kesempatan sangat baik bagi kita untuk mengembangkan bakat memasak. Kita bisa memasak untuk sajian berbuka puasa keluarga. Menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa itu berpahala. "Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut,tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun." demikian kutipan sebuah hadis.

- Mengikuti Kegiatan Ramadan

Menunggu waktu berbuka alangkah baiknya jika kita mengikuti kegiatan-kegiatan Ramadan. Seperti di Masjid Al Muhajirin di Jl. Sancang Bandung yang mengadakan kegiatan-kegiatan Ramadan berupa Ramadan School untuk anak-anak,pelatihan Pemulasaraan Jenazah, Tadarus Ramadan, Pendidikan Literasi Digital, Kado Ramadan dan Indonesia Mobil Clinic, Ta'jil Ramadan dan Buka Puasa Bersama. Atau di lembaga lain dan masjid-masjid yang menyelenggarakan kegiatan serupa.