Mohon tunggu...
Kiki mewani
Kiki mewani Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Permasalahan Perkembangan Intelektual pada Anak Remaja

30 Oktober 2019   11:22 Diperbarui: 30 Oktober 2019   11:47 6091 1 1 Mohon Tunggu...

Istilah kecerdasan itu diturunkan dari kata intelegenci. Intelegenci/Intelektual merupakan suatu kata yang memiliki makna sangat abstrak. Gardner(1983) menegaskan bahwa intelektual seharusnya didefenisikan sebagai seperangkat kemampuan untuk memproses operasi yang memungkinkan individu mampu memecahkan masalah, menciptakan produk, menemukan pengetahuan yang baru selama dalam kegiatan yang bermuatan nilai secara cultural.

Menurut English & english dalam bukunya "A Comprehhensive Dictornary of Psycological and psycological Terms",istilah intellect berarti antara lain : (1) Kekuatan mental dimana dapat berfikir; (2) suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk yang berkenaan dengan berfikir (misalnya menghubungkan, menimbang, dan memahami); (3) kecakapan yang tinggi untuk berfikir, (dibandingkan dengan intellegence. Intellegence = intellect)
Intelektual pada masa remaja tidak mudah diukur, karena tidak mudah terlihat perubahan kecepatan perkembangan kemampuan tersebut.

Pada umumnya 3-4 tahun pertama menunjukkan perkembangan kemampuan hebat, selanjutnya akan terjadi perkembangan teratur. Pada masa remaja kemampuan untuk mengatasi masalah yang majemuk bertambah. Pada awal masa remaja, kira-kira umur 12 tahun, anak berada pada masa yang disebut"masa operasi formal"(berfikir abstrak). Pada masa ini remaja telah berfikir dengan mempertimbangkan hal yang "mungkin" di samping hal yang nyata (real) (Gleitman,1986:475-476). Pada usia remaja ini anak sudah dapat berfikir abstrak dan hipotek.

Para  ahli psikologi telah mengembangkan berbagai alat ukur (tes intelegensi) untuk menyatakan tingkat kemampuan berfikir atau intelektual seseorang. Seorang ahli ilmu jiwa berkebangsaan jerman menyebutnya  intelegence Quantient yang disingkat IQ artinya perbandingan kecerdasan.Pada usia remaja, IQ dihitung dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan yang terdiri dari sebagai soal (hitung, kata-kata, gambar-gambar, dan semacamnya) dan menghitung berapa banyaknya pertanyaan yang dapat dijawab dengan benar kemudian membandingkan dengan sebuah daftar  (yang dibuat berdasarkan penelitian yang terpercaya). Dengan cara itu didapatkan nilai IQ orang yang bersangkutan.                                        

Beberapa faktor mempengaruhi perkembangan intelektual seorang remaja antara lain :
(1)   Bertambahnya informasi yang disimpan (dalam otak) seseorang sehingga ia mampu berfikir reflektif.
(2)   Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah dengan seseorang dapat berfikir proporsional.
(3)   Adanya kebebasan berfikir, menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal, kebebasan menjajaki masalah pendapat secara keseluruhan, dan menjang keberanian anak memecah masalah dan menarik kesimpulan yang baru dan benar.

Masalah-masalah yang mungkin muncul dalam perkembangan intelektual remaja

1.Perbedaan individu dalam kemampuan dan perkembangan intelektual
Nilai IQ setiap remaja tidaklah sama,hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar intelegensi, seperti minat,pengalaman, sikap.Banyak orangtua mendesak anaknya agar memilki IQ yang tinggi,dengan pemaksaan belajar tanpa didampingi ataupun tanpa diberi tips/dorongan dalam belajar agar anak dapat belajar dengan semangat.

2.Usaha-usaha dalam membantu mengembangkan intelek remaja dalam proses pembelajaran.
Mengamati kecendrungan-kencendrungan remaja untuk melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak terkendali. Sepertinya cara yang dalam mengatasi bentuk-bentuk pemikiran yang belum matang ialah membantu siswa menyadari bahwa mereka telah melupakan pertimbangan-pertimbangan tertentu tetapi bila permasalahan-permasalahan tersebut merupakan masalah kompleks dengan bobot emosi yang cukup dalam , memang bukan merupakan tugas yang mudah.

Pada usia ini para remaja mendekati efisiensi intelektual yang maksimal, tetapi kurangnya pengalaman membatasi pengetahuan mereka dan kecakapannya untuk memanfaatkan apa yang diketahui. Karena banyak hal yang dpat dipelajari hanya melalui pengalaman, para siswa mungkin mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami sepenuhnya emosi-emosi yang dilukiskan dalam novel-novel, drama-drama dan puisi-puisi.

Karena itu pada tingkatan ini diperlukan metode diskusi dan informasi untuk menentukan kedalaman pengertian siswa. Apabila guru dihadapkan pada perbedaan-perbedaan interpretrasio tentang konsep-konsep yang abstrak, guru hendaknya menjelaskna konsep-konsep tersebut dengan sabar, simptik dan dengan hati terbuka bukan dengan jalan marah-marah atau tidak bisa menerima kesalahan-kesalahan siswa.

Terkadang masih ada siswa siswi remaja yang sering melamun saat pelajaran dimulai,hal ini dapat dikarenakan siswa kurang mempunyai pengalaman dalam hal-hal yang nyata/kenyataan hudup dan juga kerena kesempatan untuk mengadakan penjelajahan dalam fantasi terbatas. Guru hendaknya memberikan tugas-tugas yang menantang imajinasi dengan bermacam-macam cara. Guru dapat menyajikan teka-teki yang menarik dan menantang rasa ingin tahu atu problem-problem daripada latihan-latihan yang membosankan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN