Mohon tunggu...
Kiki Ambarizki
Kiki Ambarizki Mohon Tunggu... Mahasiswa - Menyelami kata perkata dalam rincian Sebuah Noktah hingga menemui endingnya. | Pemantik kata dalam sebuah noktah Podcast (Prakata Rasa)

ENFJ-T | Done better than perfect, practice make perfect. |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pesan Pematah

4 November 2022   02:13 Diperbarui: 4 November 2022   02:15 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Pesan Pematah

Pagi menjelang siang yang disamaratakan
Melihatnya sama seperti hari yang penuh tamaram
Tak ada lagi cahaya terang, apalagi semilir angin yang masuk ke sela-sela jendela yang terbuka

Pesan dengan nomer tak bernama masuk
Berpesan halus layaknya irama tanpa ritma yang khusuk
Tapi dugaannya benar,
Itu adalah pesan yang menusuk
Pesan dimana selalu dianggap busuk dan ambruk

Berlagak doa padahal cemooh yang diperhalus

Tak takut
Buat saja, sampai terkejut
Paling hanya akan ciut
Itukan yang kamu maksud?
Bersembunyi dibalik gagah beraninya seorang pangkat besar
Agar terlihat dapat didengar
Padahal sedang mengejar
Hiruk pikuk yang membuat petir menyambar
Mencoba menghajar?
Mencecar?
Hingga memar?

Bumi, 4 November 2022

Kiki Ambarizki

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun