Ang Tek Khun
Ang Tek Khun freelancer

Penduduk kota Yogyakarta • Sedang menyerap banyak hal, sedang belajar banyak hal.

Selanjutnya

Tutup

Wisata highlight headline

Sihir Damai untuk Bertetirah di Batoer Hill Gunungkidul

12 Agustus 2017   05:03 Diperbarui: 12 Agustus 2017   10:29 772 2 4
Sihir Damai untuk Bertetirah di Batoer Hill Gunungkidul
Biru dan hijau mewarnai pemandangan di Batoer Hill (Foto: angtekkhun)

"When life knocks you down, try to land on your back. Because if you can look up, you can get up. Let your reason get you back up."

~Les Brown

Gemericik merdu air yang turun dari ketinggian, membentuk genangan bening danau dangkal air terjun. Bukit-bukit batu yang sebagian ditumbuhi rerumputan hijau, tampak membisu. Di kejauhan, kabut tipis menyapa tubuh jangkung bukit-bukit jangkung. Langit biru membentangkan kanvas, dihiasi gemawan yang sedang beriring.

Dalam semedinya di salah satu bukit batu, dengan mata terpejam damai, Master Shifu menggumamkan "inner peace" berulang, sebelum mengembuskan napas panjang. Lalu sunyi yang damai itu pecah saat Po berjingkatan tiba dan mengumbar gaya bubrah-nya. Mereka, Sang Guru dan Muridnya, pun bercakap-cakap yang diwarnai oleh respons atraktif Po.

Di Lembah Damai, tempat kisah film animasi Kungfu Panda ini digelar, kehidupan telah berlangsung panjang. Ilmu yang diturunkan di sana dipuncaki oleh mahkota bernama "inner peace" yang harus ditemukan melalui pencarian panjang perjalanan ke dalam diri. Po mengalami kesulitan untuk paham, pun ketika pelajaran baginya sedang dipaparkan di depannya.


Sebutir air menetes, jatuh, dan pecah membentur bebatuan. Shifu membiarkannya terjadi. Lalu, sebutir air kembali menetes. Kali ini, ia disambut oleh liukan tarian kungfu Shifu, hingga butir air itu selamat masuk dalam kumpulannya. Melalui scene ini, Master Shifu sedang menggelar kelas belajar buat Po. Perlakuan terhadap dua tetes air yang jatuh, menjadi alat peraga yang menakjubkan.

Hidup kerap kali kalang kabut riuh tanpa harmoni, jauh dari irama ritmis dalam harmoni sebuah orkestra elegan yang dipandu seorang dirigen. Dalam beragam "rusuh" drama kehidupan, dibutuhkan "inner peace" sebagai sumber kesegaran yang menghasilkan kekuatan. Akhir pekan adalah kesempatan emas untuk melarikan diri menuju kedamaian untuk menghimpun pemulihan energi.

Kanvas Biru dan Parade Gemawan

Yogyakarta cukup beruntung dengan sebaran banyak oase dalam radius tempuh yang relatif singkat. Banyak tempat yang dapat dijangkau dalam durasi tempuh tak lebih dari satu jam.  Menawarkan tempat di mana Shifu seolah hadir dan mengajarkan mutiara hidup bagi kita. Seperti yang saya alami di spot yang baru saya "temukan".

Landmark Batoer Hill (Foto: angtekkhun)
Landmark Batoer Hill (Foto: angtekkhun)

Pundak bukit  Dusun Batur itu menerima kami dengan pelukan hangat setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam menembus jalan aspal Gunungkidul. Siang telah beranjak tinggi saat saya menjejakkan kaki di sana.  Namun, hari masih terang dan memberi pandangan takjub kala saya membebaskan mata untuk berbinar ke kejauhan. Garis horison yang saya tatap tak ubahnya versi lain dari sajian garis pemisah antara laut dan langit yang saya jumpai saat melepas mata di Kepulauan Derawan.

Sejauh mata memandang (Foto: angtekkhun)
Sejauh mata memandang (Foto: angtekkhun)

Langit menjadi kanvas biru, kapas-kapas putih awan berarak. Di rentang ke bawah, hanya ada kehijauan. Tak jauh dari lepas mata, mata ini dimanjakan oleh undak-undakan sawah yang tertata indah. Di sini, kemewahan menghirup napas panjang terasa lunas untuk dibayar. Saya menyaputkan mata sambil tak henti mengisi penuh rongga paru-paru.

Kolam renang di pundak bukit (Foto: angtekkhun)
Kolam renang di pundak bukit (Foto: angtekkhun)

Tempat yang saya pijak untuk menonton panggung alam ini telah diberi nama Batoer Hill Resort & Resto. Namun "surga kecil" yang terletak di Bukit Batur dengan ketingian 700 mdpl ini belumlah tampil dalam wujud final---masih dibutuhkan hitungan bulan ke depan. Namun, Anda sudah bisa membayangkan sebuah tempat telah menanti untuk menjadi lokasi "pelarian" guna menemukan "inner peace" yang Anda dambakan.

Batoer Hill dalam tampak di kejauhan (Foto: Dargo, digunakan dengan izin)
Batoer Hill dalam tampak di kejauhan (Foto: Dargo, digunakan dengan izin)

Bukit Tetirah untuk Jumpa "Inner Peace"

Di ujung kreasi Batoer Hill ini kelak, akan mewujud sebuah lokasi dalam taraf lengkap dan khas. Agrowisata yang istimewa mengembangkan tanaman lidah buaya untuk diolah menjadi santapa lezat, arena bermain flying fox, sajian musik dan kesenian daerah, menu-menu kuliner lokal yang khas semacam Ayam Ingkung, adalah paket lengkap yang akan menyatu menjadi sajian untuk pengunjung.

Jalan setapak menuju bungalouw (Foto: angtekkhun)
Jalan setapak menuju bungalouw (Foto: angtekkhun)

Panggilan untuk merehatkan tubuh (Foto: angtekkhun)
Panggilan untuk merehatkan tubuh (Foto: angtekkhun)

Kolam renang di ketinggian bukit adalah salah satu pelengkap untuk menjamu pengunjung bebas dan tamu penginap di 12 bungalow yang sedang dibangun. Menggunakan bahan alami, 12 bungalow tersebut akan dihadirkan dalam tiga pilihan kelas: Standar, Deluxe, dan VIP. Yang kelak membedakan bungalow Standar dan Deluxe adalah teras, sementara kategori VIP sebanyak 3 bungalow menjadi istimewa karena tidak perlu menuruni bukit dan di depan, selain teras, terdapat "anjungan" yang dibangun seolah melayang.

Bungalouw berteras (Foto: angtekkhun)
Bungalouw berteras (Foto: angtekkhun)

Fasilitas di depan bungalouw VIP (Foto: angtekkhun)
Fasilitas di depan bungalouw VIP (Foto: angtekkhun)

Saat berdiri di antara bungalow, saya menatap ke bawah dan mempertanyakan kelangsungan persawahan sebagai pemandangan utama dan paling bernilai di sini. Mas Dargo, pihak yang menjalankan pembangunan bungalow meyakinkan saya bahwa alam yang akan memanjakan mata pengunjung tak akan berakhir. "Tanah di sini milik Kas Desa, sehingga tidak mungkin dijual ke pihak lain," ujarnya. "Pemilik tanah mendapat dukungan dari manajemen agar sawah berkelanjutan ditanami."

Geliat Pariwisata Dalam Model Bisnis "Komunitas"

Batoer Hill akan melengkapi denyut destinasi wisata dan dunia pariwisata sedang menggeliat di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bukan tanpa contoh konkret, tidak pula tanpa parameter. Dalam nominasi penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) yang akan berlangsung hingga Oktober 2017, DIY menempatkan 7 nominasi berbeda untuk meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata.

Sihir Damai a la Batoer Hill Resort & Resto (Foto: angtekkhun)
Sihir Damai a la Batoer Hill Resort & Resto (Foto: angtekkhun)

Yang menarik ditelusuri adalah model bisnis yang berkembang di sini. Bukan format mendatangkan investor dengan kemampuan finansial tinggi, yang beroperasi sebagai korporasi yang berorientasi profit tanpa beban memikirkan kontribusi bagi lingkar lokasi operasional---pemberdayaan masyarakat hingga urusan profit menyangkut aliran uang yang akan pergi ke tempat lain.

Menanti senja tiba di Batoer Hill (Foto: angtekkhun)
Menanti senja tiba di Batoer Hill (Foto: angtekkhun)

Model pengelolaan ala komunitas yang memberdayakan warga lokal, marak berkembang mulai dari kawasan Breksi hingga kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran yang tak jauh dari sini. Namun di Batoer Hill, saya menemukan model agak berbeda. Lingkar Desa Batur Dusun Putat ini memilih pola kerja sama berbagi hasil dalam kerja sama legal dan profesional dengan korporasi pengelola. Komitmen pemberdayaan lokalitas dan pola bagi hasil/rugi yang dijunjung bersama, menjadikan warga di sini sebagai pemilik.

Menanti senja yang segera tiba (Foto: angtekkhun)
Menanti senja yang segera tiba (Foto: angtekkhun)

Dimanjakan Senja, Menerbangkan Pengharapan

Saya mencoba mencerna semua informasi tersebut dengan harapan menebal. Suguhan singkong dan wedang jahe, membubungkan impian saya akan sihir damai dari bukit yang menjanjikan tempat tetirah di akhir pekan ini.

Terbang bersama doa dan harapan (Foto: angtekkhun)
Terbang bersama doa dan harapan (Foto: angtekkhun)

Bersama senja yang turun, saya membayangkan hamparan pemandangan yang menggelap ibarat layar teater damai yang sedang mengakhiri tontonannya. Ketika malam tiba, ada kehidupan lain yang bisa Anda mulai di sini. Bersama keluarga atau rombongan sahabat, Anda bisa memulai babak malam yang diisi aktivitas atau cengkrama yang menghangatkan hati.

Merajut upaya, menorehkan pengharapan (Foto: angtekkhun)
Merajut upaya, menorehkan pengharapan (Foto: angtekkhun)

Menerbangkan lampion adalah salah satu pilihan istimewa. Tampak sederhana, namun melambungkan lampion adalah simbol yang di maknai di berbagai negeri sebagai sarana kita "menorehkan" doa-doa dan menerbangkannya tinggi-tinggi, menghampiri Sang Pencipta.


Kehangatan itu yang saya bawa pulang dari Batoer Hill, dialirkan melalui sesap wedang jahe dan iringan musik tradisional yang dimainkan tiga lelaki telah yang berbagi hidup dan cinta yang panjang dengan alat musik yang dimainkannya. []