Ang Tek Khun
Ang Tek Khun digilifepreneur

A popular, psychological view and stories about daily life; a human, personal and community behavior and trends beyond tech.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Negeri Ibu

17 Agustus 2015   09:09 Diperbarui: 17 Agustus 2015   10:51 210 14 8

(Foto Ilustrasi dari Pixabay)

Ang Tek Khun, 117

ketika aku pergi, menjejakkan kaki
ribuan mil di negeri rantau
tak ada ruang di detak jantung segetar
tempat bersemayam jejak untuk pulang

sepatu lars yang kukenakan tak sempat
mengenal beringas langkah dalam menapak
hingga tiba ia menempuh jalan pulang

ketika aku tidur, menjelajah mimpi
ribuan episode dalam benak malam
tak ada kisah dalam lipatan waktu
serindu tentang dirimu

ibu selalu tak lupa membangunkan
dengan kecupan rembang fajar atau
sebait tembang tentang hari baru

ketika aku tengadah, memandang langit
dengan gebyar kibaran bendera
tak ada segelegak kibar merah putih
merona dalam degup sendi

debar jantung ibu adalah pelabuhan
tempat aku berangkat dan pulang
dalam teduh atau gelombang sekalipun

di negeri ibu aku mengecup susu yang
memberi kuat, mengecap airmata yang
memberi asin, dan mengucap syukur yang
memberi tulus tak tertandingi

Pondok Permai, 2015

[Merah Putih RTC]

*karya ini orisinil dan belum pernah dipublikasikan