Kholil Rokhman
Kholil Rokhman swasta

Berusaha menyelami sederhana. Suka yang berbau Timnas Sepak Bola Argentina.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Riquelme 'Si Tukang Sihir' yang Melempem di Barca

16 Juli 2017   16:36 Diperbarui: 17 Juli 2017   01:50 364 2 1

Sebuah pesan manis dari bibir Louis van Gaal meluncur pada Juan Roman Riquelme. Kala itu, penyihir malas asal Argentina baru saja tiba ke Barcelona, tempat van Gaal meramu taktiknya.

"Kamu adalah salah satu yang terbaik di dunia ketika menguasai bola. Jika tanpa kemampuan itu, Barcelona akan kehilangan salah satu pemainnya," kata Gaal pada Riquelme di tahun 2002.

Kala itu, Riquelme didaratkan ke Barca setelah klub asal Catalan itu menjual Rivaldo ke AC Milan. Kenapa si kidal itu dibuang ke Milan? Kabarnya karena Rivaldo tak sepakat dengan Gaal. Rivaldo ngotot ingin main di belakang striker, sementara Gaal memilih menempatkan Rivaldo di sayap kiri. Pecahlah polemik itu dan Gaal yang memegang kendali. Rivaldo pun disepak.

Kemudian, Gaal yang keras kepala itu masih mempertahankan prinsipnya. Baginya, pelatih adalah yang punya kuasa soal skema permainan. Riquelme yang memiliki kemampuan sebagai gelandang menyerang, diperlakukan sama seperti Rivaldo.

Gaal memilih menempatkan Riquelme di sayap ketimbang sebagai gelandang menyerang penopang striker. Sudah bisa diduga, Riquelme pun tak berkembang. Belakangan di musim 2002-2003, Riquelme tidak bisa mendapatkan posisi pemain inti Barcelona.

Di musim 2002-2003 itu, untuk semua ajang, Riquelme hanya membuat enam gol dari 42 laga. Lengkap sudah nestapa Riquelme di Barcelona.

Kondisi itu membuat Riquelme terbuang dari Barcelona. Dia pun ke Villarreal sebagai pemain pinjaman selama musim 2003-2004 dan 2004-2005. Aksinya di Villarreal menawan. Sampai kemudian koran Marca memberi titel pada Riquelme sebagai pemain yang paling artistik pada musim 2004-2005.

Di Villarreal sampai 2007, Riquelme balik ke Boca Junior, klub masa lalunya. Dia pun menghabiskan enam musim di Boca sebelum mengakhiri karier di Argentinos Juniors.

Riquelme adalah pemain yang lahir dari keluarga miskin. Dia adalah sulung dari 11 bersaudara. Kala bermain di Barcelona, adik Riquelme pernah diculik hingga akhirnya sang pemain mengurusnya.

Di level timnas, pencapaian terbaik Riquelme adalah ikut membawa Argentina juara Piala Dunia Junior 1997 yang dilaksanakan di Malaysia. Dia juga menjadi kapten bagi Argentina ketika mendapatkan medali emas di Olimpiade 2008. Pada Piala Dunia 2010, Riquelme memilih tak ambil bagian di skuat Argentina karena merasa tak cocok dengan pelatih Argentina saat itu, Diego Maradona.

Sebagai seorang pemain, Riquelme dikenal dengan penguasaan bola yang luar biasa. Lelaki kelahiran 1978 itu juga pandai memberi assist agar kawannya mencetak gol. Assistnya terlihat kala Piala Dunia 2006. Dia menjadi pemain dengan assist paling banyak di Piala Dunia 2006, yakni empat kali.

Sebagai pemain, Riquelme dikenal sebagai pemain dengan wajah tanpa ekspresi di lapangan. Soal wajah dinginnya ini, Riquelme pernah memberi pendapat. "Setiap orang merasakan pertandingan dengan jalan yang berbeda. Orang bilang, saya tak pernah tersenyum saat pertandingan. Namun, saya malah tak pernah melihat Zinedine Zidane tertawa saat timnya menang atau kalah. Sekalipun begitu, Zidane adalah pemain terbaik dunia," kata Riquelme di fifa.com. (*)