Mohon tunggu...
Kholil Rokhman
Kholil Rokhman Mohon Tunggu...

Berusaha menyelami sederhana. Suka yang berbau Timnas Sepak Bola Argentina.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Pochettino Mungkin Memang Berjodoh dengan Inggris

23 Juli 2017   19:25 Diperbarui: 23 Juli 2017   19:28 0 1 0 Mohon Tunggu...

Saat main untuk Timnas Argentina, aksi Mauricio Pochettino menguntungkan Inggris. Kini, namanya melambung sebagai peracik strategi brilian di tanah Britania. Sepertinya, lelaki kelahiran 1972 ini berjodoh dengan Inggris.

Lahir di Santa Fe Argentina, Pochettino bukan dari keluarga kaya raya. Ayahnya hanya seorang buruh tani. Hidupnya hanya diisi dengan sekolah dan main sepak bola bersama teman-temannya. Pochettino mengaku rumahnya juga tak ada televisi.  

Lalu momen penting terjadi dalam hidupnya yang kelak akan makin menguatkan niatnya menekuni sepak bola. Piala Dunia 1978, Pochettino melihat sepak bola melalui TV secara ramai-ramai di sebuah klub sepak bola. Pada saat itu, Pochettino mengaku pertama kalinya lihat sepak bola dari TV.  

Sejak itulah Pochettino makin rajin bersepak bola. Sejak 1989 sampai 2006, Pochettino menghabiskan karier di banyak klub. Namun, paling lama adalah di Espanyol. Pochettino bermain di Espanyol sampai delapan tahun. Prestasi terbagus Pochettino di Eropa hanyalah juara Copa Del Rey bersama Spanyol tahun 2000 dan 2006.

Tak moncer di klub, Pochettino terpilih masuk skuat Timnas Argentina. Mungkin dia masuk timnas karena bermain di Eropa. Dia bermain 20 kali bagi Argentina dalam rentang waktu 1999-2002.

Pada Piala Dunia 2002, Pochettino masuk skuat Argentina. Namun, petaka datang di laga kedua. Saat itu Argentina melawan Inggris. Pochettino melakukan aksi yang menguntungkan Inggris. Dia melakukan pelanggaran pada Michael Owen di kotak penalti.

Inggris dapat penalti dan David Beckham mengeksekusi dengan baik. Argentina kalah 0-1. Di Piala Dunia 2002, Argentina tersisih di babak grup. Soal aksi pelanggaran itu, Pochettino menolaknya. Dia mengaku, Owen sengaja diving sehingga Inggris dapat penalti.

Setelah pensiun dari pemain, Pochettino memilih jadi pelatih. Sejak tahun 2009 sampai 2012, Pochettino melatih Espanyol. Di klub itu Pochettino tak mampu memberi gelar satu pun.

Lalu pada 2013, Pochettino berlabuh ke Inggris. Saat datang pertama kali di Inggris untuk melatih Southampton, Pochettino pun berbicara diplomatis. Seakan juga membuktikan bahwa dia memang berjodoh dengan Inggris. "Saya merasa seperti di rumah," katanya di BBC.

Dedikasi Pochettino pada sepak bola memang tak perlu diragukan. Hal itu terlihat saat dia masih melatih Southampton. Dia mengaku tak ada waktu bagi hidupnya selain sepak bola. Selama 12 jam tiap hari dia habiskan untuk berada di arena latihan, melatih anak asuhnya.

Kini, namanya dikenal sebagai pelatih brilian. Memang dia belum memberi gelar pada Tottenham Hotspur. Namun, Pochettino mampu membangun tim dengan bagus. Tim yang berisikan pemain muda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x