Mohon tunggu...
Kholies Syahyan
Kholies Syahyan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Hobi saya adalah memasak, membaca buku, dan mendengarkan musik

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Apakah Pendidikan Islam Mengabaikan Non-Muslim? atau justru Menyambutnya?

6 Desember 2022   18:25 Diperbarui: 6 Desember 2022   18:32 240
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Apakah Pendidikan Islam Mengabaikan Non-Muslim? atau justru Menyambutnya?

Pendidikan Islam adalah pengajaran atau bimbingan yang mencakup aspek akal, rohani, dan jasmani untuk menuju terbentuknya kepribadian umat menurut ukuran-ukuran Islam. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang bertujuan membentuk muslim yang memiliki rohani yang bersih, jasmani sehat, dan akal yang cerdas. 

Islam memberikan penghargaan tinggi terhadap akal. Bahkan Al-Qur’an dan hadis Nabi yang menganjurkan dan mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya dan banyak berpikir untuk bertujuan mengembangkan intelektualnya. Dengan penggunaan akal itulah manusia dapat mengasah intelektualnya untuk kemudian menimbulkan sikap kecendikiawanan.

Penulis cukup terkejut mendengar pernyataan yang dikemukakan oleh salah seorang guru mengaji di daerah penulis, dia menganggap bahwa hal-hal yang berasal dari non-Muslim (termasuk ilmu pengetahuan) merupakan sesuatu yang haram. bahkan dia juga melarang anaknya untuk bersekolah disebuah sekolah yang didalamnya terdapat guru non-Muslim. menurut penulis hal tersebut sangat berlebihan karena terkesan adanya dikotomi yang sangat ketat antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama karena mengharamkan ilmu pengetahuan yang berasal dari orang-orang non-Muslim.

Padahal muslim maju karena muslim terbuka mempelajari ilmu-ilmu diluar islam, seperti contoh para muslim menguasai ilmu pengetahuan, ilmu filsafat, ilmu kedokteran, matematika, fisika, mekanika, botanika, optika, astronomi, filsafat dan logika yang mereka pelajari dari buku-buku Yunani, akibatnya lahirlah tokoh-tokoh cendikiawan Muslim yang hebat seperti dibidang sosiologi ada Ibn Khaldun, Ibn Khaldun dapat disebut ilmuwan yang ulama karena pemikiran-pemikiran yang dibentuknya selalu didasarkan pada ajaran dan nilai nilai Islam, dibidang kedokteran ada Ibn Sina, kemudian dibidang ilmu kalam, tafsir Al-Qur'an, ushul fiqh, tasawuf dan filsafat Islam ada Al-Ghazali. 

Tidak hanya itu, pada zaman Nabi Muhammad SAW umat Islam belajar baca tulis dengan para musuh Islam yang tertawan pada saat perang Badar. Dapat disimpulkan jika sebuah lembaga pendidikan mampu menyambut perbedaan secara adil maka perbedaan itu akan memperkaya pengetahuan.

Jadi jika ada pertanyaan apakah Islam mengabaikan non Muslim? Jawabannya adalah tidak, karena pendidikan Islam sendiri menyambut siapapun dari berbagai latar belakang yang berbeda karena Islam merealisasikan moderasi, dengan menjunjung toleransi antar berbagai perbedaan umat beragama. Jika seorang Muslim terlalu menekankan pemisahan antara ilmu Agama dan Ilmu pengetahuan maka yang akan terjadi adalah umat Muslim tidak mampu mengembangkan ilmu pengetahuan secara optimal dan menjadikan kita semakin terbelakang karena jauh dari perkembangan zaman. 

Lalu jika ada pandangan bahwa "Sekolah tersebut bukan pendidikan Islam karena terdapat guru non-Muslim" itu adalah pandangan yang salah, karena sejatinya tolak ukur lembaga pendidikan Islam yang sukses itu dilihat dari kegiatan pengembangan ketiga aspek, yaitu akal yang mencakup Ilmu pengetahuan, aspek rohani yang mencakup iman, taqwa dan ahlak mulia, dan aspek jasmani yang mencakup kesehatan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun