Mohon tunggu...
KHOIRUNNISA
KHOIRUNNISA Mohon Tunggu... Guru - Guru BK - SMA Negeri 1 Pati

Hai sahabat kompasiana, perkenalkan saya salah satu guru BK di SMA Negeri 1 Pati. Selain hobi makan dan ngemil. Aku juga sedang berusaha merangkai ide-ide dalam bentuk tulisan. Terima Kasih

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Mengenal Sleep Paralysis dan Cara Mencegahnya

23 September 2022   07:42 Diperbarui: 23 September 2022   07:50 186
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

 

Sleep paralysis atau dikenal masyarakat dengan istilah ketindihan merupakan kondisi yang terjadi saat seseorang sedang tidur. Kondisi ini kerap kali dikaitkan dengan hal mistis, seperti ditindih oleh makhluk kasat mata.

Sleep paralysis adalah perasaan sadar tetapi tidak bisa bergerak. Itu terjadi ketika seseorang melewati antara tahap terjaga dan tidur. Selama transisi ini, Anda mungkin tidak dapat bergerak atau berbicara selama beberapa detik hingga beberapa menit. Beberapa orang mungkin juga merasakan tekanan atau rasa tersedak. Sleep Paralysis dapat menyertai gangguan tidur lainnya seperti narkolepsi. Narkolepsi adalah kebutuhan tidur yang sangat kuat yang disebabkan oleh masalah dengan kemampuan otak untuk mengatur tidur.
Siapa yang Mengalami Sleep Paralysis?

Sebanyak empat dari setiap 10 orang mungkin mengalami sleep paralysis. Kondisi umum ini sering kali pertama kali diperhatikan pada masa remaja. Tetapi pria dan wanita dari segala usia dapat memilikinya. Sleep Paralysis dapat terjadi dalam keluarga. Faktor lain yang mungkin terkait dengan sleep paralysis meliputi:

  • Kurang tidur
  • Jadwal tidur yang berubah
  • Kondisi mental seperti stres atau gangguan bipolar
  • Tidur telentang
  • Masalah tidur lainnya seperti narkolepsi atau kram kaki malam hari
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti untuk ADHD Penyalahgunaan zat

Bagaimana cara mengobati sleep paralysis ?

Kebanyakan orang tidak memerlukan pengobatan untuk kelumpuhan tidur. Mengobati kondisi mendasar seperti narkolepsi dapat membantu jika Anda cemas atau tidak dapat tidur nyenyak. Perawatan ini mungkin termasuk sebagai berikut:

 

1. Memperbaiki kebiasaan tidur, seperti memastikan Anda tidur enam hingga delapan jam setiap malam

2. Menggunakan obat antidepresan jika diresepkan untuk membantu mengatur siklus tidur

3. Mengobati masalah kesehatan mental yang dapat menyebabkan kelumpuhan tidur

4. Mengobati gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi atau kram kaki

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun