Mohon tunggu...
Khofifah Ngulandari
Khofifah Ngulandari Mohon Tunggu... being creator..

Hallo! Aku seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Ahmad Dahlan yang suka menulis dan membuat puisi:)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Salut! Bukti Radio Mempertahankan Eksistensi di Tengah Kehadiran Platform Digital!

1 April 2021   08:30 Diperbarui: 1 April 2021   18:29 270 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Salut! Bukti Radio Mempertahankan Eksistensi di Tengah Kehadiran Platform Digital!
Radio lawas/Credit by: Brett Syles From Pexels.com

Teringat kembali cerita pada masa kemerdekaan Indonesia, yang menjadikan radio tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan bangsa kolonial Jepang pada 17 Agustus 1945. Menjadi momentum yang berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam meraih dan menyiarkan kemerdekaan atas jeripayah pahlawan serta rakyat dalam melawan penjajahan kolonial. Kedatangan Jepang pada tahun 1942, melalui diplomasi perjanjian kalijati yang memutuskan bahwa Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak saat itu, Jepang mulai menduduki dan mengambil alih pemerintahan Hindia-Belanda yang sebelumnya dikuasi oleh kolonial Belanda.

Dimulai pada tahun 1942-1945, masa penjajahan oleh kolonial Jepang berlangsung selama 3,5 tahun, lebih singkat dibanding masa pendudukan Belanda di Indonesia yang berlangsung selama 2,5 abad. Walaupun tergolong singkat, berbagai peristiwa penting terjadi pada masa penjajahan Jepang seperti, Rengasdengklok, pembentukan organisasi (PETA, Laskar Pelajar, Barisan Pemuda dll), dijatuhkannya bom oleh sekutu pada 6 & 9 Agustus 1945 di kota Nagasaki dan Hiroshima dll. Selama masa pemerintahan kolonial Jepang berlangsung banyak terjadi perbudakan (romusha) dan kekejaman lainnya, sehingga menimbulkan perlawan rakyat Indonesia di berbagai wilayah.

Pada peristiwa bom yang jatuh di kota Nagasaki dan Hiroshima pada 6 & 9 Agustus, menjadi penanda kekalahan Jepang pada perang Asia Timur Raya. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito mengumumkan menyerahnya Jepang dalam Perang Dunia II melalui siaran radio. Peristiwa lainnya yang menjadikan radio sebagai media penyampaian informasi penting bagi sejarah Indonesia adalah siaran kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Kala itu siaran berisi mengenai Presiden Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia di jalan Pegangsaan timur di bandung pada pukul 12.00 WIB. Radio yang dulunya dipakai untuk menyiarkan berita kemerdekaan Indonesia, pada saat ini dijadikan/diberi nama sebagai Radio Republik Indonesia (RRI).

Berada pada situasi di mana melek akan digitalisasi, membuat masyarakat khususnya generasi muda harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni pada bidang teknologi. Agar tidak tersaingi dengan mesin yang semakin canggih. Saya Khofifah Ngulandari mahasiswa ilmu komunikasi di Universitas Ahmad Dahlan dan juga bagian dari generasi  Z yang hidup di era serba digital ini, menjadi sebuah kesadaran diri  untuk dapat beradaptasi dan mengikuti arus perkembangan zaman. Adakalanya, sebagai pengguna dari media digital atau media baru perlu menyeimbangkan fungsi diantara keduanya. Radio merupakan salah satu bagian dari media konvensional, yang memiliki pengguna aktif hingga saat ini. Berbagai kalangan dari masyarakat; usia tua hingga remaja, masih setia menjadi pendengar radio, bahkan masih ditemukannya stasiun radio yang memutarkan lagu-lagu kuno.

Radio memiliki manfaat yang masih saya rasakan hingga saat ini, yaitu:

1. Adanya stasiun radio nasional maupun tiap daerah yang konsisten memberikan informasi seputar berita  ekonomi, sosial, politik dan sebagainya. Berisi topik yang hangat diperbincangkan, berkaitan situasi permasalahan dalam negeri serta menghadirkan narasumber dari tokoh masyarakat pada setiap pembahasannya.

2. Menjadi media yang memberikan sarana hiburan musik gratis, tanpa harus streaming menggunakan internet. Dengan menghadirkan stasiun radio yang menyesuaikan generasi dari para pendengarnya. Seperti di Yogyakarta pada stasiun Gress FM, recobuntung atau radio kota perak yang memutarkan lagu-lagu keroncongan, dangdut dan pop zaman dulu. Ketoprak atau dagelan bahasa jawa masih bisa didengarkan pada stasiun radio yang ada di Yogyakarta. Dengan begitu juga turut mengenalkan kebudayaan lokal khas daerah dan mengenang hiburan musik yang didengar kalangan zaman dulu.

 Radio tentunya, tidak ingin terus menyandang image media kuno karena memutarkan lagu-lagu di era zaman dulu, saat ini  radio mengikuti selera musik anak muda dengan menghadirkan stasiun radio yang  menghadirkan lagu-lagu mengikuti perkembangan dunia modern  dan yang lagi tren dikalangan anak muda seperti stasiun Prambors. FM, Geronimo. FM dan Swaragama.FM.

3. Dapat mendengarkan siaran radio di manapun dan kapanpun berada, tidak mengenal batas waktu dari pagi sampai malam, siaran terus ada.

4. Dapat memberikan motivasi dan inspirasi. Mendengar cerita yang   dari penyiar radio atau narasumber yang dihadirkan, turut memberikan pesan yang dapat diambil oleh pendengar. Misalnya cerita bisnis, perjalanan karir dan kisah hidup.

Keberadaan radio di era serba modern ini mengalami kemajuan. Tidak hanya bisa didengarkan melalui radio portable; memiliki antena dan harus membawa kemana-mana. Kini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, mendengarkan radio bisa dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam. Mulai dari handphone zaman dulu sekalipun hingga saat ini yang banyak pilihan dengan spesifikasi canggih, sudah tersedia fitur radio. Kamu hanya perlu memakai headshet sebagai pengganti antena untuk bisa mendengarkan siaran radio di manapun kamu berada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN