Mohon tunggu...
Kheyene Molekandella Boer
Kheyene Molekandella Boer Mohon Tunggu... Apapun Yang Terjadi Jangan Pernah Menyalahkan Tuhan

seorang Ibu dari anak Bumi

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Menyikapi Berita Hoax Tentang Virus Corona

13 Mei 2020   14:22 Diperbarui: 13 Mei 2020   14:35 66 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menyikapi Berita Hoax Tentang Virus Corona
SUMBER FOTO : AKURAT.CO

Merebaknya pemberitaan seputar virus corona akhir-akhir ini menjadi trending topic. Mulai dari isi perbincangan masyarakat sehari-hari, pemberitaan di televisi nasional hingga isi grup WhatsApp yang tak luput dari informasi seputar virus corona. Virus yang berasal dari Wuhan China ini belakangan seolah menjadi musuh besar dunia, karena dari informasi yang diperoleh virus ini bia berdampak kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. 

Laporan demi laporan tentang jumlah korban yang meninggal di China akibat virus ini-pun kita terima tiap harinya, ada juga yang dinyatakan sembuh setelah mendapat penanganan yang baik tetapi nampaknya berita itu tak terlalu membuat kelegaan bagi sebagian orang. Ditambah lagi informasi mengatakan virus corona bisa saja sampai ke negara-negara lain dari interaksi orang yang baru saja datang ke Wuhan dan melakukan perjalanan ke negara lain.

            Tentu saja hal ini juga membuat pemerintah bergerak cepat memperketat penjagaan di seputar bandara, pelabuhan kalau saja ada warga negara asing atau warga negara Indonesia yang terdeteksi memiliki suhu tinggi bisa di sinyalir terduga corona. Masyarkat Indonesia-pun ikut merasakan kegelisahan. Indonesia diwarnai ketakutan akan virus corona, yap tidak ada yang salah semua harus diantisipasi dengan baik. Namun yang marak menganggu kehidupan masyarakat adalah maraknya pemberitaan hoax tentang virus corona.

            Perlu diperhatikan maraknya perkembangan informasi di era berbasis teknologi membuat kita juga harus melek informasi. Tak sedikit berita hoax atau berita bohong yang kita terima tentang corona beredar sedemikian gambling terutama di media social kita. 

WhatApp adalah media paling popular dimana lalu lintas informasi begitu cepat, sebagai pengguna aktif sebaiknya kita memiliki kemampuan untuk menyeleksi pemberitaan tersebut. Hoax tentang virus corona di Indonesia-pun bertujuan untuk menciptakan kegelisahan masyararakat yang berdampak pada terganggunya ketertiban masyarakat. Ini tak boleh dianggap sepele, karena bagaimanapun juga masyarakat sebagai publik berhak mendapatkan informasi berdasakan fakta yang sebenar-benarnya.

            Hoax corona juga beragam, mulai dari membentengi diri dengan air putih hingga yang bersifat lelucon. Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) dalam websitenya secara aktif mendata hoax-hoax tentang virus corona yang beredar setiap harinya. Hal ini dapat dijadikan landasan bagi masyarakat untuk memantau website tersebut dalam upaya membantu kita dari informasi hoax yang beredar tiap harinya.

Pemerintahpun turut tanggap dalam meminimalisir penyebaran hoax corona di Indonesia. Tak main-main penyebar hoax tersebut juga dapat terancam pidana karena dianggap menganggu kestabilitasan sebuah Negara. Literasi atau kemampuan dalam membaca berita secara utuh dan sempurna perlu dimiliki oleh setiap individu, hendaknya juga saat mendapatkan informasi kita perlu mengecek kebenaranya, misalnya membandingkan berita tersebut dengan berita-berita lain yang beredar, menaruh curiga pada informasi dengan judul yang bombastis, membaca secara utuh informasi tersebut. Kalaupun dirasa tak mampu melakukan cek and ricek, hendaknya jangan melakukan 'sharing' informasi kepada orang lain. Hal ini sangat fatal karena informasi yang kita share tanpa tau jelas kebenaranya dapat mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan-keputusan tertentu. Semoga kita bisa terus menjaga kesehatan dengan cara yang baik bukan karena terprovokasi berita-berita hoax dan apapun isu yang ada disekeliling kita, kita masyarakat Indonesia harus tetap cerdas bermedia. Karena salah satu indicator kemajuan sebuah bangsa bukan sebatas pesatnya pembangunan infrastruktur semata melainkan kualitas manusianya salah satunya memiliki skill literasi yang memadai.

NOTE : ARTIKEL INI PERNAH DIPUBLIKASIKAN DIHALAMAN OPINI KALTIM POST

VIDEO PILIHAN