Mohon tunggu...
Kheyene Molekandella Boer
Kheyene Molekandella Boer Mohon Tunggu... Dosen - Apapun Yang Terjadi Jangan Pernah Menyalahkan Tuhan

seorang Ibu dari anak Bumi

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Re-Branding Starbucks sebagai Penguatan Merek "Logo Tanpa Nama"

15 Mei 2019   22:57 Diperbarui: 15 Mei 2019   23:15 2365
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Saya pendukung Starbucks sejak lama, saya bela-belain beli kopi di Starbucks meski harus naik taxi yang mahal di pagi hari. Saya bahkan rela  mengantri kopi saat musim dingin. Saya tidak melihat alasan logis dari perubahan logo ini"

Beragam tanggapan dari pelanggan tentang perubahan logo Starbucks, salah satunya yang tidak menyetujui perubahan yang telah dilakukan dalam logo Starbucks. Meskipun begitu, Starbucks nampaknya telah berfikir matang atas keputusan tersebut. Perubahan ini di dasari untuk memberikan nuansa baru bagi pelanggan seperti peningkatan kualitas pelayanan hingga pengembangan produk-poduk non coffee dan snack.

Perubahan Logo Starbucks dari Masa ke Masa

   Sumber : www.seriouseats.com
   Sumber : www.seriouseats.com

 Keterangan gambar :

 Logo A adalah inspirasi sebelum terbentuk logo B tahun 1971 saat Starbucks pertama kali berdiri di Seattle dengan menjual Biji Kopi, teh dan rempah. 

Director of Retail Operations and Marketing Starbucks, Howard Schultz (1982) yang memiliki ide untuk membuka kedai starbucks, namun baru terealisasi pada tahun 1986. Baldwin, pemilik starbucks menjual sahamnya kepada Schultz pada tahun 1987 dan menggunakan logo D. 

Logo F muncul pada tahun 2008 adalah pemodifikasian dari logo pada tahun 1971 dengan slogam "Roasting Coffee Since 1971. The Best Cup Then. The Best Cup Now" 

Tahun 1992 berubah menjadi logo E, ketika starbucks pertama kali masuk pasar.

 

Sumber : tacticalip.com
Sumber : tacticalip.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun