Mohon tunggu...
Khansa Nabilah
Khansa Nabilah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Pendidikan Indonesia

Mahasiswa aktif jurusan Pendidikan Pariwisata yang sedang melaksanakan program KKN Tematik UPI 2022

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mahasiswa KKN Tematik UPI 2022 Ajak Warga Isola untuk Tetap Beringingan dengan Positif dan Negatif Teknologi

11 Agustus 2022   22:40 Diperbarui: 13 Agustus 2022   17:27 44 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Teknologi sudah bukan menjadi hal tabu lagi bagi masyarakat umum. Kini tidak hanya ponsel pintar atau mobil listrik saja disekitar kita namun alat memasak elektrik hingga alat menggoreng elektrik pun sudah ada di sekeliling kita. Namun jangan sampai kemajuan teknologi yang pesat ini membuat kita sebagai penghuni bumi malah justru menghancurkannya.

Mahasiswa semester genap Universitas Pendidikan Pariwisata (UPI) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UPI dengan berbasis SGD's dengan bertemakan "Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan" di Kelurahan Isola, Kota Bandung membuat Program Kerja dengan mengadakan Sosialisasi untuk mengajak khususnya warga Kel. Isola untuk menghemat listrik di tengah perkembangan pesat teknologi ini serta memperkenalkan Alat Alternatif Pengubah Sampah Plastik menjadi BBM.

Sudah dapat dipastikan bahwa penggunaan listrik dari tahun ke tahun akan semakin meningkat seiring dengan kemajuannya teknologi. Tentu di samping dampak positif maka dampak negatifnya pun akan beriringan maka apabila kita sebagai penghuni bumi ini tidak membatasi penggunaan listrik maka akan terjadinya pemanasan global ini dikarenakan energi listrik perlu untuk membakar batu bara.

Dengan isu tersebut Kelompok 22 mengangkat isu untuk mensosialisasikan khususnya warga Kel. Isola untuk menghemat listrik. Kami berkolaborasi bersama dengan LPM Kelurahan Isola untuk mensukseskan Program Kerja tersebut. Acara dilaksanakan pada 28 Agustus 2022 di Aula Kelurahan Isola dengan dihadiri oleh warga dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dukungan Program Kerja ini pun didukung oleh UMKM Kel. Isola.

dokpri
dokpri

Selain penggunaan listrik yang perlu dibatasi, penggunaan sampah plastik pun perlu untuk diminimalisir. Diketahui bahwa sampah plastik sangat sulit untuk terurai sehingga akan menumpuk jutaan tahun dan tentu ini akan sangat menciptakan ketidaknyamanan untuk seluruh kehidupan makhluk hidup di bumi.

Berdasarkan dengan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2019, bahwa produksi sampah menurut jenisnya di Kota Bandung, sampah plastik berada di posisi ketiga dengan persetase 18,67% setiap harinya. Dapat dibayangkan bahwa setiap hari akan selalu bertambah 18,67% di setiap harinya, maka akan dapat menjadi gunung baru di Indonesia.

Maka itu, Kelompok 22 membuat Alat Alternatif Pengubah Plastik Menjadi BBM untuk membatu menyelamatkan bumi. Alat yang telah dibuat kamu kenalkan kepada Kel. Isola dalam kegiatan sosialisasi bertemakan "TEKNOLOGI TEPAT GUNA" tersebut. ini bertujuan agar suatu hari ini warga dapat membuat alat alternatif tersebut guna untuk menghasilkan BBM maupun mengurangi tumpukan sampah plastik.

Dengan kegiatan sosialisasi Teknologi Tepat Guna ini diharapkan kita sebagai penghuni bumi ini khususnya warga Kel. Isola dapat membantu untuk menyelamatkan bumi di tengah perkembangan pesat zaman ini dengan menggunakan listrik secara bijak serta mengurangi penggunaan plastik.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan