Mohon tunggu...
Khalisa Afifah Ridwan
Khalisa Afifah Ridwan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi saya yaitu mendengarkan lagu dan membaca cerita fiksi

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Pengalaman Hidup

7 November 2022   20:00 Diperbarui: 7 November 2022   20:00 91
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya saat mengikuti ekstrakurikuler paskibra sewaktu saya di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Di saat saya kelas kelas 7 atau kelas 1 SMP, saya memilih ekstrakurikuler paskibra karena memang sudah memiliki basic dalam hal tersebut dan ingin mengembangkan lebih dalam lagi. Pada awalnya ekstrakurikuler paskibra di sekolah saya belum memiliki pelatih sehingga biasanya diajar oleh kakak kelas saya. Namun beberapa minggu kemudian kita memiliki pelatih untuk ekstrakurikuler paskibra ini.

Setelah latihan rutin dengan nekat kita mengikuti suatu perlombaan yang mana hanya tinggal satu bulan lagi dan dimana kita belum mempunyai pengalaman lomba di bidang itu sama sekali. Kita akhirnya latihan setiap hari di lapangan kodam V brawijaya karena lapangan sekolah saya kurang luas jika dibuat untuk latihan lomba karena di dalam perlombaan paskibra bukan hanya basic saja namun juga terdapat variasi dan formasi.

 Setiap hari saya dan teman-teman saya yang juga mengikuti lomba dimana pada saat itu kita pulang sekolahnya pada siang hari langsung bergegas mencari angkutan umum untuk pergi ke tempat latihan dan pulang sore hari karena lapangannya akan digunakan untuk pasar malam. 

Di saat hari libur seperti sabtu dan minggu kita latihan dari pagi hingga sore. Latihan demi latihan kita lakukan walau panas matahari yang sangat terik hingga saya pernah pingsan atau tidak sadarkan diri saat latihan sedang berlangsung dan juga hujan deras kita lewati karena biasanya saat hujan kita pun juga tetap latihan.

Pada saat perlombaan pun kita belum memiliki kostum dan uang kas maupun dana dari sekolah kurang untuk menyewa sebuah kostum karena memang sekolah kurang mendukung ekstrakurikuler ini. Akhirnya saat perlombaan kita tampil dengan memakai baju sekolah putih, rok atau celana kain hitam, dan juga topi sekolah. 

Disaat itu kita merasa insecure atau tidak percaya diri saat melihat kelompok lain yang tampil dengan sangat bagus. Yang kita lakukan saat menunggu giliran tiba yaitu tidak melanjutkan melihat kelompok lain yang tampil dan banyak-banyak berdoa juga melakukan shalawat di basecamp yang sudah disediakan agar saat bisa tampil dengan percaya diri. 

Dan alhamdulillah kerja keras kita semua terbayarkan karena kita pulang dengan membawa dua piala meskipun itu bukan juara umum namun kita sangat bangga dengan apa yang sudah kita raih.

Ini merupakan pengalaman yang tidak bisa dilupakan karena disitu adalah awal mula perjuangan untuk terus mengembangkan ekstrakurikuler ini agar semakin baik dan berjaya. Di ekstrakurikuler ini juga saya bisa mengerti bagaimana rasa kekeluargaan dan juga solidaritas yang tinggi. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun