Mohon tunggu...
Khairunnisa Qawy Siregar
Khairunnisa Qawy Siregar Mohon Tunggu... Mahasiswa

Pendidikan Matematika UINSU Medan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Implementasi Nilai-Nilai Matematika dalam Menghadapi Corona dan Meningkatkan Keimanan

11 Agustus 2020   14:35 Diperbarui: 11 Agustus 2020   15:05 114 1 1 Mohon Tunggu...

Akhir tahun 2019 adalah awal dimana Corona Virus Desease atau yang lebih dikenal dengan COVID-19 muncul. Kemudian berlanjut hingga waktu yang belum dapat diprediksikan. COVID-19 ini menyerang sistem pernafasan manusia. Sehingga akan menimbulkan demam, batuk dan sesak nafas bagi yang terinfeksi bahkan bisa menyebabkan kematian. Namun, terdapat juga orang terinfeksi yang tidak menimbulkan gejala yang disebut dengan OTG (Orang Tanpa Gejala).

Orang Tanpa Gejala yang tidak teridentifikasi inilah yang dikhawatirkan jadi sumber penyebaran bagi yang tidak terinfeksi sebelumnya. Untuk mengatasi hal itu pemerintah secara tegas sudah menerapkan social distancing dan penerapan pembatasan sosial berskala besar di kota-kota tertentu dengan jumlah penyumbang kasus terbesar seperti Jakarta. Pandemi COVID-19 ini tentu saja membawa dampak yang besar terhadap berbagai lini kehidupan. Pendidikan adalah salah satu bidang yang terdampak COVID-19 secara langsung.

Pendidikan sebagai proses penanaman nilai-nilai dan ilmu pengetahuan melalui pengajaran dan pelatihan tentu akan lebih mudah jika dilaksanakan secara langsung. Namun, penyebaran virus Corona yang masif cukup mengkhawatirkan untuk melaksanakan proses pendidikan seperti selama ini. Sehingga memaksa sistem pendidikan bergeser dari sistem pembelajaran offline ke pembelajaran online.

Berdasarkan SKB 4 Menteri Tentang Pembelajaran di Masa Pendemi Covid-19 Tahun 2020 menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka dengan protokol Covid-19 hanya boleh dilaksanakan sekolah yang berada di zona hijau ditambah zona kuning. Proses pembelajaran yang dilakukan secara online memaksa semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk dapat mengakses internet dan memanfaatkan teknologi-teknologi pendidikan.
Di dalam dunia pendidikan tentunya matematika bukanlah hal yang asing. Terlebih kita telah diperkenalkan dengan matematika dimulai dari tingkat PAUD bahkan sampai ke Perguruan Tinggi. Tentunya hal itu membuat kita bertanya-tanya seberapa penting dampak mempelajari matematika.

Di dalam matematika kita dilatih untuk berfikir kritis, logis dan sistematis. Hal itu tentunya akan sangat berguna jika kita terapkan dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari konsep-konsep matematika yang terkesan abstrak dan berkutat diseputar angka-angka, matematika mengandung nilai-nilai yang jika diterapkan akan sangat berguna.

Sam dan Ernest (1997) telah mengemukakan bahwa nilai matematika dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu nilai epistemologis, nilai sosial dan budaya, dan nilai personal. Nilai epistemologis ialah nilai-nilai yang terlibat dengan akuisisi, penilaian, dan karakteristik pengetahuan matematika dan aspek epistemologis dari proses belajar mengajar matematika, seperti akurasi, sistematisitas, dan rasionalitas. Nilai sosial budaya ialah nilai-nilai yang mendukung kelompok sosial atau masyarakat dan menyangkut tugas individu kepada masyarakat, misalnya kerjasama, keadilan dan penghargaan terhadap keindahan matematika. Nilai-nilai pribadi adalah nilai-nilai yang mempengaruhi individu sebagai pembelajar dan sebagai pribadi, seperti semangat, kesabaran, kepercayaan diri dan kreativitas.

Melihat berbagai kondisi dan tantangan yang kita hadapi saaat ini, tentunya matematika sebagai salah satu materi wajib di dunia pendidikan bisa menjadi media yang efektif untuk kita manfaatkan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini sekaligus dalam menanamkan nilai-nilai Islami. Hal ini berdasarkan bahwa terdapat konsep konsep matematika yang juga ditemukan dalam Al-Quran yang tentunya berkaitan dengan islam dan akan meningkatkan keimanan kita jika menyadari bahwa khazanah islam itu sangat luas dan mencakup semua aspek kehidupan.
Pertama, berdasarkan nilai-nilai epistemologis matematika kita memperoleh konsep yang logis, rasional dan sistematis. Matematika mengajarkan kita untuk berfikir kritis dalam segala keadaan, semisal dalam pemecahan soal cerita Sistem Persamaan Linier, tidak semua variabel yang dibutuhkan dalam penyelesaian sudah tercantum dalam soal, kita masih perlu mengidentifikasi dan memodifikasi variabel yang sudah diketahui untuk mendapatkan nilai yang tepat.

Begitu juga dalam menghadapi pandemi saat ini, kita harus mengaktifkan nalar kita agar dapat menerima dan menjalankan prosedur pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. Menganalisis dampak dan akibat dari setiap tindakan yang akan kita lakukan. Sehingga akan menimbulkan sikap kehati-hatian. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS Al-Baqarah : 219 yang artinya "...demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu supaya kamu berfikir". Hal ini sangat penting agar kita semua memiliki mindset  yang tepat tentang Covid-19. Allah juga menjelaskan dalam QS Al-Qamar : 9 yang artinya "sesungguhnya kami menciptakan sesuatu menurut ukuran" artinya segala sesuatu yang ada di alam ini memiliki perhitungan, rumusan yang jelas, sehingga kita harus yakin bahwa pandemi saat inipun pasti akan menemukan titik terang jika kita mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Kedua, nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam matematika mencakup kerjasama, keadilan dan apresiasi. Nilai-nilai ini dapat kita peroleh dari pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan realistik, dimana nilai-nilai dalam masyarakat diintegrasikan dengan matematika serta semangat kooperatif dalam menyelesaikan konsep yang sulit. Dalam menghadapi pandemi saat ini tentunya kerjasama dari semua pihak adalah kunci dari tercapainya suatu tujuan. Berbagai kendala yang kita hadapi mulai dari penyediaan alat sampai obat dengan kerjasama dan kerja keras dari semua elemen tentu akan teratasi. Sesuai dengan firman Allah dalam QS Al-Fajr: 3 yang artimya "dan yang ganjil dan yang genap" yang Allah sebutkan secara bersamaan dalam satu ayat, maknanya diantara keduanya adalah satu kesatuan yang saling melengkapi, yang terdapat dalam konsep bilangan bulat.

Ketiga, nilai-nilai pribadi seperti semangat, kesabaran, kepercayaan diri dan kreativitas. Dalam matematika diperlukan semangat yang tinggi dan pantang menyerah untuk menemukan jawaban yang tepat. Kesabaran dan ketelitian dalam mengikuti langkah dan memeriksa hasil. Kreativitas dalam menemukan langkah yang tepat serta kepercayaan diri terhadap hasil yang didapatkan. Dalam menghadapi pandemi Corona saat ini tentunya kita harus menanamkan semangat dan keyakinan dalam diri, sehingga mental kita akan kuat, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi fikiran dan kesehatan kita. Kita harus bersabar atas segala keterbatasan yang muncul dari adanya pandemi ini. Namun kita juga harus kreatif dalam memanfaatkan situasi kita saat ini, seperti membuat kerajinan yang bernilai ekonomis dirumah atau beraktifitas berbasis online, termasuk membuat media pembelajaran matematika online. Secara tidak langsung dengan kesabaran dan keinginnan kita untuk berfikiran positif, kemampuan kita dalam memanfaatkan teknologi-teknologi sekarang akan meningkat, karena keadaan yang memaksa semua kegiatan harus berbasis offline dan mengasah kreatifitas kita untuk menghasilkan content kreatif.  Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS Al-Anfal : 65 yang artinya "Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada dua ratus orang sabar diantaramu,niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti". Jelaslah bahwa kesabaran adalah janji Allah dalam menghadapi segala cobaan, semakin besar kesabaran kita semakin besar nikmat yang Allah berikan.

Dapat kita lihat bahwa matematika dan Al-Quran sangat berkaitan seperti uraian dalam nilai-nilai diatas. Terlepas dari itu masih terdapat ayat-ayat lain yang berhubungan dengan konsep matematika dalam Al-Quran, seperti QS An-Nisa ayat 12, QS An-Nur ayat 4 dan sebagainya. Dimana jika kita telusuri kita akan menemukan keindahan matematika dalam islam yang tentunya akan meningkatkan keimanan dalam jiwa kita saat kita menyadari bahwa ilmu dan kekuasaan Allah itu diatas segala-galanya.


VIDEO PILIHAN