Mohon tunggu...
Khairunisa
Khairunisa Mohon Tunggu... Pelajar

Pelajar

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Resensi "Cold Couple"

26 Januari 2020   21:03 Diperbarui: 26 Januari 2020   21:19 38 0 0 Mohon Tunggu...
Resensi "Cold Couple"
dokpri


Judul buku     :  Cold Couple
Pengarang     :  Bayu Permana
Penerbit          :  Aksara Plus
Cetakan           :   I
Tahun terbit  :   2018
Tebal buku     :   280 Halaman
ISBN                  :   978-602-1279-75-5


Blurb :
Ini adalah kisah cinta antara Sandra dan Edgar, dengan sifat keduanya yang hampir mirip.Sandra adalah gadis pendiam dan Edgar adalah lelaki yang dingin.

Sandra yang awalnya menjalani home schooling, terpaksa harus pindah ke sekolah formal karena paksaan ayahnya.Sifat pendiamnyaa membuat Sandra sulit bersosialisasi,sehingga membuat semuanya terasa sukar dijalani.Terlebih,Sandra memiliki fobia yang tak biasa,yaitu fobia terhadap sentuhan.Ia sama sekali tidak bisa disentuh,dan bisa pingsan bila mendapat sentuhan sedikit saja.Hingga akhirnya ia bertemu Edgar,siswa yang dijuluki pangeran es oleh orang-orang sekitarnya.

Lelaki itu memang terkenal dingin,cuek,dan jarang bicara.Namun,ketika mengetahui tentang fobia yang dialami Sandra,muncul keinginan dalam hatinya untuk melindungi gadis itu.Edgar bisa menunjukkan perhatian dan rasa sayangnya tanpa harus banyak bicara.

Mereka bisa saling memahami,meskipun hanya dalam diam.Dan ini adalah gambaran tentang es yang dingin dan beku,tetapi ternyata memiliki kehangatan di dalamnya.

Sinopsis :
Dalam novel ini,menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara tertentu dalam mengungkapkan isi hati dan rasa sayangnya.Hal tersebut kembali kepada diri masing-masing.Sebagian orang ada yang langsung mengungkapkan rasa sayang itu kepada orang yang disayanginya.Atau malah orang tersebut lebih memilih tindakan nyata tanpa perlu mengucapkan kata-kata manis.

Mengungsung tema cerita yang sering ditemukan dalam kehidupan ini,buku Cold Couple karya Bayu Permana sangat menggugah jiwa dengan sentuhan bahasa yang mudah dipahami oleh para pembaca.

Menceritakan tentang Edgar Januar,seorang laki-laki yang terkenal sangat dingin,cuek,kepala batu,dan datar(ekspresi mimik muka). Ibunya sendiri pun ia selalu bersikap dingin.Edgar tidak suka berbasa-basi,ia benci kepada semua orang kecuali ibunya.Karena menurutnya semua orang itu sama.Menjalankan peran dan memakai topeng mereka agar terlihat baik,namun sangat jahat.

Tidak ada orang yang murni sangat baik,kalaupun ada ia menganggap orang tersebut hanyalah bersandiwara.Edgar tinggal bersama Ibu Tika,ibunya.Ayahnya telah meninggal dunia.Di sekolah Edgar mengikuti kegiatan ekstrakulikuler karate dan ia sering memenangkan lomba karate tersebut.

Berbeda dengan Sandra Maharani.Ia mengidap kelainan haphephobia,fobia terhadap sentuhan.Jika ia tersentuh sedikit saja, Sandra akan langsung pingsan.Jangankan orang lain,ayahnya sendiri pun ia tidak bisa memeluknya.Sandra tingagal bersama Hans,ayahnya.Ibunya sudah lama meninggal.

Ayah Sandra berniat untuk memindahkan Sandra ke Sekolah formal,yaitu ke sekolah Edgar.Awalnya Sandra hanya melakukan home scooling.Namun karena tekad ayahnya agar Sandra bisa berinteraksi dengan orang lain,agar dia bisa punya teman akhirnya Ayah Sandra pun memindahkan Sandra.Namun,Sandra merasa takut hingga tubuhnya menggigil.Ia membayangkan akan bertemu dengan orang lain.Berkat bujukan ayahnya,akhirnya Sandra pun menurut.

Hari pertama di sekolah,ia mempunyai teman bernama Mina.Mina membantu Sandra untuk memperkenalkan fasilitas dan ruangan di sekolah mereka.Lain halnya dengan Sanggi,teman sekelasnya yang selalu menggoda Sandra.Sandra merasa risih dengan ulahnya.Hal itu yang membuat Edgar selalu melindungi Sandra.

Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Sandra.Apalagi setelah Edgar mengetahui fobia yang dialami Sandra,ia semakin ingin melindunginya.Dalam hati kecilnya,Edgar selalu ingin berada di dekat Sandra.

Edgar pun sering mengantar jemput Sandra untuk ke sekolah,yang bermula dari Edgar menawarkan Sandra untuk pulang bareng dengannya karena waktu itu ayahnya tidak bisa menjemputnya.Kedekatan Sandra dengan Edgar membuat ayah Sandra senang dan merasa bahwa Edgar benar-benar menyayangi putrinya tersebut.Kalau diibaratkan ,Edgar dan Sandra itu seperti dua kutub magnet yang berbeda.(hal 119)

Begitu pun dengan Ibu Tika,ibunya Edgar.Ia merasa senang sekaligus penasaran dengan sosok Sandra.Ia ingin tahu dengan orang yang sudah berhasil membuat anaknya perhatian kepadanya.Setahu Tika,sosok Edgar di matanya sangat dingin.Oleh karena itu,ibu Edgar memintanya agar ia membawa main Sandra ke rumahnya.Edgar pun menyetujui.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN