Mohon tunggu...
Khairul Abas
Khairul Abas Mohon Tunggu... Mahasiswa - @khairulaab

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam || Universitas Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Anak Kurang Tertarik Pada Pendidikan Agama? Ini Solusi untuk Orang Tua

5 Juli 2021   00:57 Diperbarui: 5 Juli 2021   07:30 145 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Anak Kurang Tertarik Pada Pendidikan Agama? Ini Solusi untuk Orang Tua
Keluarga merupakan pendidikan yang pertama bagi anak (Foto : Canva)

Bagi setiap orang, pendidikan merupakan hal yang penting untuk mejamin perkembangan dan kelangsungan hidupnya, salah satunya adalah kelangsungan hidup beragama.

Pendidikan agama merupakan salah satu kunci terbentuknya karakter manusia, terutama bagi seorang muslim. Sebagai muslim yang beriman dan bertaqwa pada Allah SWT, wajib baginya untuk memahami ajaran agamanya. Hal ini telah dijelaskan dalam hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya : "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim" (HR. Ibnu Majah no. 224)

Pendidikan agama tersebut harus dilakukan dari sedini mungkin yaitu sejak masih anak-anak agar ketika dewasa nanti mereka telah mengenal dan terbiasa melaksanakan ajaran agamanya.

Keluarga merupakan pendidikan yang pertama bagi anak. Sebagai orang tua, mengajarkan anak tentang pengetahuan agama adalah hal yang harus.

Imam Al-Ghazali pernah berkata bahwa "Anak adalah amanah bagi orang tuanya, hatinya bersih, dia menerima apapun yang diukirkan padanya dan cenderung terhadap apa saja yang ditanamkan kepadanya. Oleh karena itulah jika dibiasakan di didik dalam hal kebaikan, niscaya akan tumbuh sesuai dengan didikan masa kecilnya"

Tentulah dalam penerapannya, tidaklah mudah menumbuhkan minat seorang anak agar tertarik untuk mempelajari agama Islam. Apalagi di Era modern saat ini, minat anak-anak lebih cenderung pada penggunaan gadjet seperti bermain game, media sosial, dan lain-lain.

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan orang tua agar anak menyukai pendidikan agama.

1. Memberi mindset pada anak bahwa pendidikan agama itu sangat penting
Pertama, Orang tua harus menanamkan mindset bahwa mempelajari agama adalah sebuah keharusan. Dengan ini, anak akan merasa bahwa hal tersebut adalah keharusan dan tidak boleh diabaikan. Sehingga kecenderungannya terhadap gadjet menjadi berkurang dan tertarik untuk belajar agama.

2. Meluangkan waktu bersama anak sambil menceritakan kisah Islami
Cobalah ajak anak untuk mendengarkan kisah-kisah Islami yang penuh dengan hikmah. Setelah itu, jelaskan pada anak apa yang bisa dipetik dan diterapkan dari kisah tersebut. Cara ini bisa mengalihkan kebiasaan anak dengan gajdetnya, apalagi dalam penyampaiannya dikemas dengan cara yang menyenangkan.

3. Memberi contoh yang baik untuk anak
Orang tua adalah figur dan cermin bagi anak-anaknya, apa yang diperbuat orang tua kepada anaknya itulah yang akan ditiru dan diikuti. Jika kita menginginkan anak-anak kita beraqidah/ berkeyakinan kuat maka sikap dan tindakan kita sebagai orang tua harus disandarkan/dilandasi dengan ajaran-ajaran Islam.

4. Ajari anak dengan cara terbaik dan asyik
Ketika mengajari anak cobalah dibarengi dengan sedikit candaan, mengingat bahwa salah satu sifat alami seorang anak adalah cepat bosan. Mengetahui metode apa yang tepat dalam mengajari anak sangatlah diperlukan.

Sebenarnya, banyak cara yang bisa diterapkan orang tua dalam menumbuhkan minat anak terhadap pendidikan agama.

Itulah beberapa cara yang bisa diterapkan oleh para orang tua. Pada intinya, kita harus bisa memahami cara mana yang lebih cocok untuk anak kita.

Keterangan Penulis
Nama : Khairul Abas
NIM : 201210052

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan