Mohon tunggu...
Amin
Amin Mohon Tunggu... Freelance Writer, Pekerja Sosial (Relawan) -

Penikmat buku, traveling, freelance writer, relawan sosial.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Dosa-dosa yang Identik dengan Perempuan

29 April 2016   01:10 Diperbarui: 29 April 2016   01:15 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Judul Buku                  : Dosa-dosa Khas Wanita yang Paling Dimurkai Allah

Penulis                         : Ahmad Khotib

Penerbit                       : Safirah

Tahun Terbit                : Cetakan 1, 2016

Jumlah Halaman          : 232 halaman

ISBN                           : 978-602-391-069-4

Peresensi                     : Khairul Amin, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Setiap perempuan pasti mengharapkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangannya merupakan jalan menuju kebahagiaan tersebut. Namun, dalam kehidupan, tak sedikit perempuan yang belum memahami sepenuhnya dosa-dosa—utamanya dosa kecil—yang tanpa sadar mereka lakukan. Oleh karena itu, mengetahui dosa-dosa yang identik dengan perempuan menjadi bekal berharga bagi kebahagiaan setiap perempuan.

Melalui bahasa ringan dan sederhana, dalam buku ini Ahmad Khotib memaparkan 62 dosa-dosa yang identik dengan perempuan, mulai dari dosa kecil hingga dosa besar. Dosa utama dan paling dibenci oleh Allah Swt. adalah Syirik. Syirik yaitu menyamakan atau menyekutukan Allah dengan selain-Nya, baik secara langsung maupun tidak, dengan nyata maupun terselubung. Syirik terbagi atas dua, syirik besar dan kecil. Syirik besar adalah menganggap sesuatu apapun menyamai Allah, sedang syirik kecil adalah keinginan untuk mendapatkan pujian dari manusia dalam ibadahnya, dengan bahasa lain adalah Riyak atau pamer (hal 17).

Dosa selanjutnya yang akrab dengan perempuan adalah bepergian tanpa izin suami. Islam memandang perjalanan istri dengan niat dan tujuan yang baik sekalipun—tetapi tidak mendapatkan restu dari suaminya—adalah termasuk dari perbuatan maksiat. Bahkan, untuk melakukan puasa sunnah sekalipun, istri wajib mendapat izin dari suami. Jika tidak izin, meski puasanya sah, ia tetap saja berdosa (hal 26).

Ini menunjukkan bahwa ketaatan pada suami adalah sebuah keharusan. Hal lain juga menjadi dosa perempuan saat menolak ajakan suami, dalam hal ini berarti menolak melakukan hubungan badan. Sebagaimana sabda Nabi Saw. “jika seorang suami mengajak istrinya ketempat tidur, lalu ia menolaknya sehingga suaminya marah kepadanya, maka malaikat melaknat perempuan itu hingga pagi” (HR. Bukhari) (hal 72). Meski demikian, suami harus memperhatikan kondisi istri, apakah istri dalam keadaan sakit, hamil, atau dirundung kesedihan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun