Mohon tunggu...
Khairina Retnaningtyas
Khairina Retnaningtyas Mohon Tunggu... Mahasiswa

Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

4 Tahap Perkembangan Kognitif Jean Piaget

28 Oktober 2020   22:31 Diperbarui: 28 Oktober 2020   22:56 203 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
4 Tahap Perkembangan Kognitif Jean Piaget
fobid.org

Membahas tentang tahapan perkembangan kognitif anak, tentunya para orang tua akan mengatahui penelitian merut beberapa ahli yang berbeda -- beda. Beberapa ahli yang mungkin sering diketahui karena teori-teorinya diantaranya yaitu Erik Erikson, Elizabeth B. Hurlock, Jean Piaget, Aristoteles, Sigmund Freud dan masih banyak lagi. 

Pada artikel sebelumnya kita pernah membahas tentang perkembangan kognitif, tetapi pada artikel kali ingi kita akan mengusut lebih lanjut dan lebih lengkap mengenai tahapan perkembangan kognitif anak yang dikemukakan oleh seorang ahli yaitu Jean Piaget, berikut penjelasannya.

Kognitif adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk memahami apa yang ia lihat, sentuh, dengar dan yang dirasakannya. Menurut Jean Piaget, perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu proses yang selalu didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan pada sistem syaraf setiap individu. 

Maka dari itu dengan bertambahnya umur seseorang, kompleksnya susunan sel syaraf individu dan peningkatan kemampuan dipengaruhi oleh bertambahnya umur masing-masing orang. Menurut Jean Piaget tahap pekembangan kognitif dapat dibedkan menjadi empat tahap, yaitu sebagai berikut.

Tahap Sensorimotor

Saat bayi berusia 0-2 tahun, tahapan yang terjadi yaitu tahap sensorimotor. Menurut Jean Piaget, setiap bayi yang lahir memiliki refleks bawaan dan mereka memiliki keinginan untuk mengekplorasi apa yang ada disekitarnya. Pada usia 0-2 tahun ini, bayi masih memiliki kemampuan yang sangat terbatas seperti yang terdapat pada gerak refleks dan panca indra. Gerakan-gerakan refleks ini lambat laun akan berkembang menjadi suatu kebiasaan.

Pada tahapan sensorimotor ini, anak-anak belum bisa mempertimbangkan apa yang diinginkan oleh orang lain. Mereka hanya mau keinginannya dapat terpenuhi. Mungkin pada tahap ini anak akan lebih terkesan egois dengan kata lain mereka lebih mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan keinginan orang lain, akan tetapi hal itu sangat wajar terjadi, sebab mereka masih dalam tahap perkembangan. 

Saat anak menginjak usia 18 bulan, anak sudah bisa memahami dan mereka mulai mengerti tentang fungsi barang-barang yang berada disekitar mereka. Mereka juga sudah bisa melihat dan mengaitkan hubungan antar peristiwa dan mereka perlahan-lahan mulai mengenali orang-orang terdekat mereka seperti anggota keluarga. Beberapa kemampuan yang dimiliki oleh anak dalam tahap usia ini yaitu antara lain:

  • Mereka lebih suka memperhatikan sesuatu dengan waktu yang cukup lama.
  • Memperhatikan suatu objek sebagai hal yang tetap dan ingin merubah letaknya.
  • Melihat dirinya sendiri sebagai makhluk yang berbeda dari objek di sekelilingnya.
  • Mencari rangsangan melalui suara dan sinar lampu.
  • Mengartikan sesuatu dengan cara memanipulasinya.

Tahap Praoperasional

Perkembangan anak pada usia 2-7 tahun disebut dengan tahap perkembangan praoperasional. Pada tahap ini, anak sudah mampu bersosialisasi dengan lingkungan disekitarnya. Mereka juga sudah bisa memilah dan memilih serta mengelompokkan berbagai jenis benda berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan lain sebagainya. Tahap pra-operasional ini dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut:

Pre-operasional (2-4 tahun): Pada tahap ini anak sudah mampu mengembangkan konsepnya dengan menggunakan bahasa sederhana yang cenderung lebih sering mengalami kesalahan atau kekeliruan dalam memahami suatu objek yang dilihat sebelumnya. Ciri-ciri pre-operasional antara lain sebagai berikut:

  • objek sudah dapat dikelompokkan secara tunggal dan mencolok oleh anak.
  • Benda-benda sudah bisa dikumpulkan berdasarkan kriteria.
  • Sudah mampu menyusun beberapa benda secara berderet atau secara berbaris.
  • Self counter yang sangat menonjol pada anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN