Mohon tunggu...
khafizah ameliaputri
khafizah ameliaputri Mohon Tunggu... IR

the way i'am

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Sosial

18 Oktober 2019   12:18 Diperbarui: 18 Oktober 2019   12:41 1595 0 0 Mohon Tunggu...

1. Ilmu Pengetahuan
Menurut Al-Attas konsep Islamisasi ilmu pengetahuan adalah pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur-nasional dan dari belenggu paham sekuler terhadap pemikiran. Oleh karena itu dibutuhkan 2 proses yang saling berhubungan, pertama; pemisahan elemen dan konsep-konsep kunci yang membentuk kebudayaan dan perdaban barat, kedua; memasukkan elemen-elemen Islam dan konsep-konsep kunci ke dalam setiap cabang ilmu pengetahuan masa kini yang relevan.

Menurut Al-Faruqi, Islamisasi adalah usaha untuk mendefinisikan, menyusun ulang data, memikirkan kembali argumen dan rasionalisasi yang berkaitan dengan data itu, menilai kembali kesimpulan dan tafsiran, memproyeksikan kembali tujuan-tujuan dan melakukan semua itu sedemikian rupa sehingga disiplin ini memperkaya wawasan Islam dan bermanfaat bagi cita-cita.

Fungsi utama gagasan Islamisasi itu adalah untuk memperbaiki serta membina kembali disiplin kemanusiaaan, sains sosial, dan sains alam dengan suntikan dasar baru yang konsisten dengan islam. dapat dipahami bahwa Islamisasi bukan hanya sekedar konsep teoritis, namun juga praktis.

Dalam prosesnya, Islamisasi ilmu pengetahuan  memiliki 4 kepentingan yang saling berkaitan, yaitu; kepentingan akidah, kemanusiaan, peradaban dan ilmiah. islamisasi ilmu merujuk kepada proses membina suatu metodologi untuk berurusan dengan ilmu dan sumbernya.

2. Ilmu Sosial
Diperkenalkan oleh Ismail Razi Al-Faruqi, lewat artikel yang ia tulis ia mengemukakan gagasannya secara panjang lebar yang dilandasi oleh Tauhid, yaitu kesatuan yang meliputi pengetahuan, kehidupan, dan sejarah. Untuk mengembangkan Islamisasi ilmu sosial Al-Faruqi mendirikan lembaga yang diberi nama International Institute of Islamic Though di Virginia Amerika Serikat.

Kegiatan tidak terbatas pada usaha menjabarkan Islamisasi setiap disiplin dalam ilmu sosial. Untuk menunjang pelaksanaan Islamisasi ilmu sosial Al-Faruqi melihat 3 hal pokok yang harus mendapat perhatian dari para sarjana muslim, yaitu:

Pertama; SDM, dibutuhkan kesadaran yang tinggi untuk mengislamkan ilmu sosial, karena lebih banyak ilmuwan muslim yang dicuci otak oleh barat dan menjadi musuh untuk islam sendiri.

Kedua; bahan telaah dan piranti penelitian. 2 tradisi ini memiliki kekhasan masing-masing yang kalau tidak dipilih akan kabur sehingga tradisi belajar Islam akan terkubur dibawah tradisi belajar barat.

Ketiga; karya-karya kreatif, lokakarya dan seminar harus dirancang guna membantu para ahli yang berbakat mengarang siap menggunakan pemahamannya, artikelnya, essaynya, untuk membangun relevansi Islam dengan berbagai ragam disiplin dan dengan masalah utama dalam masing-masing disiplin.

VIDEO PILIHAN