Mohon tunggu...
kezia kusuma
kezia kusuma Mohon Tunggu... Lainnya - Hospitality Management Student

Mahasiswa DIV Perhotelan STP Trisakti dan Penerima Beasiswa Unggulan KEMDIKBUD

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Perhotelan: Budaya Industri Food and Beverage di Hong Kong

29 Agustus 2021   16:35 Diperbarui: 29 Agustus 2021   17:12 234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kuliner. Sumber ilustrasi: SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com/Rembolle

Perhotelan pada dasarnya merupakan bisnis yang terdiri dari penjualan kamar dan F&B (Food and Beverage). Tentunya tiap negara memiliki konsep dan budaya Food and Beveragenya masing-masing. 

Contohnya perhotelan di Indonesia walaupun memiliki "Set Menu", namun nyatanya a La carte lebih disukai. Kemudian masakannya juga lebih menjual kuliner Indonesia, Chinese dan Western.

Di Hong Kong banyak fakta fakta unik mengenai Budaya Food and Beveragenya, yaitu:

1. Ragam

Waktu penulis pertama kali hidup di Hong Kong, yang penulis kaget adalah betapa beragamnya ras di Hong Kong, yang tentunya berpengaruh terhadap betapa banyaknya ragam kulinernya. Jika penulis bisa urutkan, dari yang paling mendominasi yaitu makanan

Chinese, Western (British, American, France, Spain, Italian dan lain lain), Indian, Indonesian, Nepali bahkan juga makanan filipin, thailand dan Vietnam sangat mudah ditemukan.

2. Service

Mungkin sudah jadi rahasia umum dan pengetahuan umum bahwa Hong Kong pernah menjadi daerah jajahan Inggris. Dan tentunya, Budaya yang diserappun juga kebanyakan adalah budaya British yang sangat tergambar dari budaya service di hotel yaitu "Ladies first". 

Kemudian juga tingginya ekspektasi tamu di Hong Kong menjadikan standard pelayanan di Hong Kong sangatlah tinggi. Dan di hotel sendiri, biasanya mereka selalu pesan "Set Menu" entah 2 course maupun 3 courses. Professional, Ramah, Sopan dan Sigap menjadi tuntutan pelayanan di Hong Kong.

3. Yam Cha (Yam : Minum , Cha : Teh) / Afternoon Tea

Yup, sudah tidak asing perpaduan budaya "nge-the cantik dengan biscuit atau kue kue cantik" ala China dan British merupakan salah satu hal yang sangat wajar disini. Uniknya, afternoon tea mungkin memang kebanyakan minum teh, tapi kenyataanya banyak juga yang ngopi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun