Mohon tunggu...
Keysa Shofa
Keysa Shofa Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - pelajar

bergerak seperti pemalu mundur seperti cupu

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Teman Hijrah

23 November 2022   07:33 Diperbarui: 23 November 2022   07:47 368
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Rabu, 2 November 2022

09.00 WIB

Di Kantin Kampus

Sedang anteng-antengnya menggambar, Nida dan Zulfa datang dan mengagetkanku yang langsung kaget dan tidak sengaja mencoret sketsa yang sedang aku buat.

"Heiyo! Sibuk amat Za, lagi ngapain?" Tanya Nida seraya menepuk pindah ku keras.

Aku mengelus dada ku pelan, sedikit menetralkan jantungku yang berdetak keras barusan, "Kelihatannya lagi ngapain Nid?" Jawabku sedikit kesal, bagaimana tidak kesal saat anteng-antengnya ngegambar di recokin gini. Kan bete.

Zulfa hanya mengedikkan bahunya acuh, dan dengan wajah watadosnya ia langsung duduk di sebelah kanan ku seraya berkata, " Yeh... sensi amat sih Za. Santai lah" Sambil menaruh tasnya di atas meja.

Nida pun langsung mendudukan dirinya di sebelah kiri ku di bangku kantin kampus. Nida Nurunnisa sahabatku dari kecil dan sekarang satu kampus denganku walaupun beda fakultas, biasa dipanggil Nida dan yang disebelah kananku Zulfa Kartika Putri atau biasa dipanggil Upe aku kenal dengannya saat orientasi kampus, satu fakultas denganku dan masih ada 2 orang sahabatku yang lain Aulia Agustina Hermansyah dan Humairah Nurhasanah mereka sahabat-sahabat terbaikku, dan masih satu angkatan dengan ku namun beda jurusan dan fakultas. Huma tetanggaku rumahnya pun lumayan dekat dengan rumahku, dan Aul dia teman sekelasku waktu SMA dulu kita gak begitu dekat tapi waktu kelas 3 kita dekat sampai sekarang.

"Lagi ngegambar apa Za? Buat tugas animasi atau apa?" Tanya Zulfa kepo.

Aku menjawab dengan buku dan pensil yang masih aku pegang, "Iya animasi lagi, tapi ada yang lainnya juga, deadline nya minggu besok makanya enggak nyantai aku" Ujarku nelangsa seraya masih melanjutkan mengarsir gambar yang aku buat.

Kulihat Nida sedang menahan ketawanya, "Mohon bersabar ini ujian haha" Nida tertawa mengejek, atas kenelangsaanku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun