Mohon tunggu...
Kevinalegion
Kevinalegion Mohon Tunggu... Wiraswasta - Full Time Family Man

Get along between Family and Food!

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Kebagian Nyicip si Semok dari Dubai

26 Oktober 2017   23:05 Diperbarui: 27 Oktober 2017   16:02 5769
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: yaslondon.com

"Mau nasi putih atau nasi kuning Arab, Mas?"
"Mmmmhh... Eh wait.. wait.. whaaat? Nasi kuning?"

Nasi kuning bukan lazimnya dipasangkan dengan ayam goreng tepung ini ataupun ayam panggang, enggak biasa. Apalagi yang sedikit mengeherankan saya, kok ada begitu resto-resto ayam menyajikan nasi kuning, bukan kebiasaannya. Nah, Chicking bawa hal yang menurut saya sedikit berbeda ini yang bikin semakin penasaran. "Oke, nasi kuning satu mbak". "Baik, mas Nasi Kuning Arab satu ya".

Eh, Nasi Kuning Arab?!

Wait.. wait.Karena penasaran, saya minta izin ownernya yang kebetulan lagi ikutan mantau gerainya untuk bisa masuk ke dapurnya langsung. Sumpah, penasaran bagaimana cara mereka olah sajian ayamnya. Sebenarnya sederhana sih, dipanggang dengan bumbu yang tentunya saya tidak akan dikasih tahu komposisinya, tapi sekilas memang lebih baik dibandingkan ayam yang harus mandi minyak. Secara logika sederhana, ini memang terlihat lebih terjaga kualitasnya.

chicking.gif?t=o&v=700
chicking.gif?t=o&v=700
Nyeessss.Paha atas dibolak-balik masnya. "Punya gw ya tuh, mas yang gede".

Oke lanjut, saya mau tahu bagaimana mereka mengolah nasi kuningnya, saya diarahkan kepala chef ke sudut dapur. Lagi-lagi mengolahnya tak ada bedanya dengan mengolah nasi kuning biasa. Apa bedanya? setelah saya tanyakan yang membedakan adalah jenis nasi yang dimasak, sekaligus rempah-rempah yang tidak biasanya masuk ke nasi kuning, eh apa ya.Masnya menyebutkan jenis-jenis rempah yang cukup banyak, sekaligus dengan pelafalan belibet yang justru membingungkan saya. Menurut masnya, racikan nasi kuning beserta rempahnya langsung dari persetujuan dari gerainya di Dubai langsung, tentunya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Oke, oke.

Akhirnya pesanan saya datang.

Nasi kuning arab, ayam panggang.
Nasi kuning arab, ayam panggang.
Nyicip satu dua suap, rasa nasinya sangat berbeda dari nasi kuning pada umumnya. Bentuk nasinya juga cukup unik, sedikit lebih panjang dan kenyal daripada nasi pada umumnya yang ada di Indonesia, menurut masnya nasinya terbuat dari beras Basmati yang populer di India dan Pakistan. Enak. Tapi menurut pendapat pribadi saya, rasanya jika dibilang menyesuaikan lidah orang Indonesia, justru rasa-rasanya nasi kuning ini justru lebih mirip-mirip masakan ala Malaysia atau India, mungkin negara Timur Tengah. Kalau ada yang kangen aroma masakan dari negara tersebut, menu ini wajib kamu coba. Dan soal nasi kuning kurang lengkap tanpa adanya sambal, setuju ya?

Menu yang saya cicip ini, menurut pribadi saya memang enak, out of the boxpula. Tapi balik lagi, rasanya kurang lengkap tanpa adanya sambal, apalagi buat yang doyan pedes macem saya ini --Kalo bisa ada menu orek tempe Mas, muehehe.

Sebagai penutup, saya juga cicip minuman yang juga sedikit berbeda dari biasanya resto yang lebih sering menjajakan aneka cola. Chicking menawarkan minuman racikan yang juga tak kalah unik, mereka memberi nama dengan Dubai Freeze.Wah apalagi nih? Setelah saya cicip, rasa apel hijau yang paling mencolok, dipadu dengan mint, lemon dan sepertinya ada sedikit soda, segaarr.

Sebenarnya saya juga penasaran dengan aneka varian burgernya yang juga punya sajian beda, apalagi ada Tandoori Fries yang juga mendobrak kebiasaan kentang goreng yang begitu-begitu aja. Berhubung yang bayarin Bozz Madyang, terbatas lah saya kesempatan nyicip, pelit bener pak bozz. Hahaha, besok balik lagi lah ajak keluarga mumpung deket rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun