Kevinalegion
Kevinalegion Buruh Digital

Get along between Touring, Cycling, Football dan Food. instagram.com/kevinalegion

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Kebagian Nyicip si Semok dari Dubai

26 Oktober 2017   23:05 Diperbarui: 27 Oktober 2017   16:02 5587 27 20
Kebagian Nyicip si Semok dari Dubai
Ilustrasi: yaslondon.com

Judul di atas bukanlah clickbait, percayalah, percayalah, waspadalah. Saya memang benar-benar kebagian nyicip si paha semok asal Dubai.

---

22 Oktober 2017, rasa kantuk masih belum hilang di pagi saat itu. Maklum, kemarinnya saya baru saja sok ikut-ikutan jadi panitia Kompasianival 2017 yang baru selesai di malam hari, dan saya harus ikutan beresin semua perlengkapannya hingga menjelang pagi.

Ting.. tung..

Notifikasi hp berbunyi di saat waktu libur. Biasanya sudah menjadi kewajiban saya di waktu libur, saya enggan membuka hp, malas. Kalau bukan chat dari para agen cicilan yang tak henti-hentinya menawarkan program, pasti kerjaan yang harus dikerjakan mendadak a la membuat candi buat Roro Jongrang. Tapi, tak biasanya saya mau membaca notifikasi. Tertera tulisan "Bozz Madyang mengirim pesan untuk Anda".Wah tumbenan. Baca sekilas saja, biasanya Bozz Madyang kalo enggak lapor Kompasiana error, palingan nanyain hadiah yang enggak sampe-sampe. 

"Pin, lagi di rumah enggak? Aku lagi di BSD nih, ke sini lah aku traktir makan".

Lagi-lagi tumbenan, ada angin apa nih tiba-tiba ngajak makan. Berhubung dekat rumah, dan enggak ada kerjaan apa-apa, nyuci popok juga sudah, gas lah. Hitung-hitung bayar jasa, gw ngasih kerjaan melulu enggak pernah kecipratan, muehehe.Akhirnya meluncurlah ke Mall keluarga yang lagi hits se-antero Tangerang, Q-Big BSD City.

Enggak nyangka, ternyata diajak suruh nyicipin salah satu paha semok, paha ayam asal Dubai yang baru-baru ini mencoba peruntungannya di Indonesia. Cukup berani juga menurut saya, jika bermain juga soal sajian ayam. Anda tahu sendiri mulai dari pasukan ayam merah dari Colonel Sanders, hingga bahkan ayam "kampung" Sabana pun sudah punya penggemarnya tersendiri. Kalau tidak memiliki diferensiasi, prediksi jatuhnya bakalan lebih mudah, Mmmmhh.

Tapi, resto ini yang satu ini -- Lagi-lagi Mmmhhh.Sepemikiran dengan saya, mereka menyajikan ayam dengan cara yang cukup menabrak kebiasaan. Chicking menjadi identitas yang harus Anda ketahui jika ingin mencoba sajian ayam yang berbeda ini. Mungkin Anda masih kurang familiar dengan nama resto ini, tapi jika Anda berkunjung ke Dubai, Chicking adalah rajanya --Kaya pernah ke Dubai aja lo pin.Karena memang resto ini benar-benar jaringan internasional resto halal langsung dari Dubai.

Chicking
Chicking
Mumpung diajak ke resto baru sama Bozz Madyang, saya enggak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk bobolin dompet pak Bozz. Saya enggak mau ayam goreng tepung, haha. Sudah biasa. Salah satu menu yang menurut saya cukup anti-menstrimdibandingkan resto ayam lainnya adalah FlamingGrilled Chicken.Ayamnya sudah bukan lagi digoreng apalagi dibalut dengan tepung, ayam yang satu ini langsung dipanggang, dan diklaim mbak-mbaknya jauh lebih sehat dibandingkan ayam goreng. Mmmmhh lagi.Bolehlah saya pesan satu.

Selanjutnya saya ditawarkan menu lainnya, namanya orang Indonesia enggak lengkap kalau enggak pake nasi, ye kan.

"Mau nasi putih atau nasi kuning Arab, Mas?"
"Mmmmhh... Eh wait.. wait.. whaaat? Nasi kuning?"

Nasi kuning bukan lazimnya dipasangkan dengan ayam goreng tepung ini ataupun ayam panggang, enggak biasa. Apalagi yang sedikit mengeherankan saya, kok ada begitu resto-resto ayam menyajikan nasi kuning, bukan kebiasaannya. Nah, Chicking bawa hal yang menurut saya sedikit berbeda ini yang bikin semakin penasaran. "Oke, nasi kuning satu mbak". "Baik, mas Nasi Kuning Arab satu ya".

Eh, Nasi Kuning Arab?!

Wait.. wait.Karena penasaran, saya minta izin ownernya yang kebetulan lagi ikutan mantau gerainya untuk bisa masuk ke dapurnya langsung. Sumpah, penasaran bagaimana cara mereka olah sajian ayamnya. Sebenarnya sederhana sih, dipanggang dengan bumbu yang tentunya saya tidak akan dikasih tahu komposisinya, tapi sekilas memang lebih baik dibandingkan ayam yang harus mandi minyak. Secara logika sederhana, ini memang terlihat lebih terjaga kualitasnya.

Nyeessss.Paha atas dibolak-balik masnya. "Punya gw ya tuh, mas yang gede".

Oke lanjut, saya mau tahu bagaimana mereka mengolah nasi kuningnya, saya diarahkan kepala chef ke sudut dapur. Lagi-lagi mengolahnya tak ada bedanya dengan mengolah nasi kuning biasa. Apa bedanya? setelah saya tanyakan yang membedakan adalah jenis nasi yang dimasak, sekaligus rempah-rempah yang tidak biasanya masuk ke nasi kuning, eh apa ya.Masnya menyebutkan jenis-jenis rempah yang cukup banyak, sekaligus dengan pelafalan belibet yang justru membingungkan saya. Menurut masnya, racikan nasi kuning beserta rempahnya langsung dari persetujuan dari gerainya di Dubai langsung, tentunya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Oke, oke.

Akhirnya pesanan saya datang.

Nasi kuning arab, ayam panggang.
Nasi kuning arab, ayam panggang.
Nyicip satu dua suap, rasa nasinya sangat berbeda dari nasi kuning pada umumnya. Bentuk nasinya juga cukup unik, sedikit lebih panjang dan kenyal daripada nasi pada umumnya yang ada di Indonesia, menurut masnya nasinya terbuat dari beras Basmati yang populer di India dan Pakistan. Enak. Tapi menurut pendapat pribadi saya, rasanya jika dibilang menyesuaikan lidah orang Indonesia, justru rasa-rasanya nasi kuning ini justru lebih mirip-mirip masakan ala Malaysia atau India, mungkin negara Timur Tengah. Kalau ada yang kangen aroma masakan dari negara tersebut, menu ini wajib kamu coba. Dan soal nasi kuning kurang lengkap tanpa adanya sambal, setuju ya?

Menu yang saya cicip ini, menurut pribadi saya memang enak, out of the boxpula. Tapi balik lagi, rasanya kurang lengkap tanpa adanya sambal, apalagi buat yang doyan pedes macem saya ini --Kalo bisa ada menu orek tempe Mas, muehehe.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2