Regional highlight headline

#KetapelsMembatik Takshow & Workshop Batik Tangsel

20 Maret 2017   11:03 Diperbarui: 24 Maret 2017   21:00 397 11 11
#KetapelsMembatik Takshow & Workshop Batik Tangsel
#KetapelsMembatik | Foto: Kompasiana

Salam Inspirasi dari Komunitas Kompasianers Tangsel Plus (KETAPELS)

Setelah sukses dengan kegiatan bulanan berupa sharing ilmu blogging dari Ani Berta, kegiatan selanjutnya kali ini, KETAPELS akan mengangkat tema lebih lokal: Batik Tangsel.

Ada apa dengan batik Tangsel?

Siapa kira jika Tangerang Selatan sebagai kota baru sebagai pengembangan dari Kabupaten Tangerang ternyata memiliki motik batik etniknya sendiri. Motif batik Tangsel itu seperti apa sebenarnya? Salah satu yang bisa menjawab pertanyaan itu adalah seorang pengrajin dan pengusaha batik etnik Tangerang Selatan, Nelty Fariza.

Dalam satu kesempatan, Nelty mengemukakan bawa motif batik etnik Tangsel tidak memiliki motif secara khusus. Hanya saja memang, selalu diusahakan untuk mengangkat kearifan budaya lokal diantaranya dengan memilih ikon flora dan fauna. “Sebut saja misalnya motif Pesona Krakatau, Debus Jawara Banten, Kekayaan Flora, Mahkota Kerajaan Banten”, kata Nelty kepada salah seorang penulis KETAPELS, Gapey Sandy.

“Kami coba untuk mengangat potensi dan kearifan budaya lokal seperti misalnya Stasiun Sudimara di Jombang, Tangerang Selatan yang ternyata apabila dituangkan menjadi motif batik memiliki karisma yang luar biasa. Bahkan, ada juga motif Kacang Kulit Sangrai Keranggan. Seperti kita tahu, wilayah Keranggan, Kecamatan Setu, Tangsel, menjadi sentra produksi kacang kulit sangrai yang sangat masyhur,” tutur Nelty yang mengawali usaha kerajinan membatik sejak awal 2004.

Batik Tangsel | Foto: Gapey Sandy
Batik Tangsel | Foto: Gapey Sandy
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kearifan lokal dalam bentuk batik etnik Tangsel, juga menggali inspirasi seorang pengrajin perempuan Tangsel dalam memegang kendali menjalankan bisnisnya dari nol sampai sedikit demi sedikit menembus pasar internasional, maka Ketapels, Kompasiana bersama Danamon akan mengadakan acara talkshow mengangkat tema tersebut.

Hal ini bersinergi dengan tujuan Bank Danamon selama ini yang fokus untuk sama-sama memajukan para pengusaha UKM dengan memberikan kredit UKM dengan jumlah yang cukup besar, agar peluang yang dimiliki UKM semakin besar dengan adanya bentuk support dana ini.

Selain berupa talkshow dan diskusi, acara ini akan lebih menarik dengan adanya sesi pengenalan dunia usaha dari Bank Danamon, hingga workshop membatik.

Iyes, membatik, membuat batik. Dengan melakukan sendiri membuat batik, maka inspirasi-inspirasi etnik dari sebuah batik dan filosofi-filosofi di belakangnya akan lebih bisa dipahami.

Seperti apa dan kapan acaranya?

  • Tema: Saatnya Batik Etnik Tangsel Memegang Kendali Menuju Go Internasional
  • Acara: #KetapelsMembatik Talkshow & Workshop Batik Tangsel
  • Narasumber:Bank Danamon, Nelty Fariza dan Leonitasecret
  • Hari/Tanggal: Sabtu, 25 Maret 2017
  • Waktu: 09.00 WIB (tepat waktu) sampai selesai
  • Tempat: Workshop Batik, Jl Raya Pondok Pucung No. 8 RT 1 RW 1 Pondok Aren, Bintaro, Tangsel, Seberang Pasar Moden BTC
  • Meeting point: Stasiun Commuter Line Jurangmangu, Bintaro XChange Mall (untuk yang tidak bisa ke lokasi langsung)
  • Kuota: 25 Orang

Bagi yang berminat, silakan mendaftar dengan mengisi form berikut:

Form Pendaftaran

Peserta bisa menulis seputar dunia batik, karena ada Blog Competition dan Kontes Instagram yang digelar setelah acara dengan hadiah uang tunai.

Oyaa, Jangan lupa FOLLOW akun social media Ketapels, juga Bank Danamon dan Kompasiana:

Yukkk ahh… Buruan daftar!