Ada Cara Sehat
Ada Cara Sehat Blogger

Manusia yg kepo sama kesehatan, gaya hidup dan otomotif. Doyan juga nulis politik dan ponsel.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

OK Trip Program Sandiaga Uno Dicoret Anies Baswedan, Pengamat: Ok Oce dan DP Nol Persen Juga

5 Oktober 2018   15:42 Diperbarui: 5 Oktober 2018   15:59 567 1 1
OK Trip Program Sandiaga Uno Dicoret Anies Baswedan, Pengamat: Ok Oce dan DP Nol Persen Juga
(Sumber:Detik.com)

Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta mulai mencoret program unggulan yang di usungnya saat Pilkada DKI Jakarta, salah satunya yang sudah resmi dihapus adalah OK OTrip. Program unggulan yang diprakarsai Sandiaga Uno yang menjabat Wakil Gubernur.

Ditinggal pergi oleh Sandiaga Uno yang mengagas beberapa program unggulan, membuat Anies Baswedan melakukan perubahan pada program yang pernah ditawarkannya.

Dilansir laman Alinea.id (02/10/2018), William Yani dari Fraksi PDIP dalam pengesahan perubahan APBD 2018 lalu, melakukan sejumlah kritik sekaligus mengingat Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Terdapat program yang sudah berjalan justru mandek di tengah status yang menurutnya mangkrak.

Misalnya program OK Trip yang merupakan program subsidi transportasi untuk warga Jakarta yang hingga saat ini tidak jelas konsep kerjanya, membuat SKPD terkait menjadi bingung untuk menjelaskan program tersebut, ucap William.

Program OK Trip yang terus mengalami pengulangan untuk melakukan uji coba hingga 3 kali berturut turut ini, dapat diindikasikan sebuah petanda kegagalan karena tidak diminati calonnya. Penyebab yang menjadi muara kegagalan program OK Trip, bisa dilihat dari tidak minatnya pengusaha angkutan umum ikut masuk.

9 bulan uji coba Ok Trip

Program OK Trip telah memasuki uji coba hingga 9 bulan ini, akhirnya di coret oleh Gubernur DKI Jakarta. Anies menjelaskan, nama OK Trip hanya eksperimen untuk melakukan integrasi Transjakarta dengan angkutan kecil. Meski sudah resmi di coret, nama penganti untuk OK Trip belum diumumkan dengan tujuan untuk mematangkan konsep dan mencari solusi yang terbaik untuk program transportasi ini.

Tanggapan Pengamat Tata Kota

Kabar tentang dihapus program unggulan yang pernah diusung Anies dan Sandiaga dalam Pilkada Dki Jakarta, pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti tidak terkejut. Nirwono Joga dalam keterangannya yang dikutip dari Tempo.co dengan judul "Anies Baswedan hapus Ok Trip, Pengamatan : Ok Oce juga bisa" cukup beralasan. 

Program ini semula bukan dirancang oleh Anies Baswedan, melainkan Sandiaga Uno, oleh karena itu sangat wajar jika Anies tidak dapat meneruskan Ok Trip, terlebih Wakil Gubernur Sandiaga Uno memutuskan untuk maju dalam pilpres 2019.

Jelas Anies akan menggunakan nama yang baru dalam pemerintahan yangbbaru nanti dengan alasan yang hanya bisa dijelaskannya sendiri. Dalam kesempatan tersebut, Nirwono juga menimpali sejumlah program warisan yang berasal dari Sandiaga, namun berjalan seperti anak ayam tidak memiliki induknya, membuat arah dan langkahnya menjadi tidak menentu.

Pengamat Tata Kota tersebut memprediksi, program Sandiaga Uno seperti Ok Oce dan Dp nol persen, mungkin saja dihapuskan juga karena Anies tidak mempunyai alasan yang kuat untuk mempertahankannya.

Ok trip terkesan amburadul

Penelusuran yang dilakukan wartawan Tempo saat melakukan perjalanan Ok trip sebelum memuat berita penghapusan nama program Ok Trip saat akhir uji coba tanggal 30 September 2018, menyebutkan beberapa kendala yang menjadi problem Ok Trip bukan sekedar berasal namanya saja. 

Di lapangan juga terjadi problem tersendiri. Disamping pelaksananya yang terkesan amburadul, mulai dari mesin pendukung hingga tingkat disiplin penumpang serta pengemudi. 

Bagian mesin sering mengalami kegagalan saat melakukan tapping dengan pesan gangguan atau error. Kendala lain yang perlu menjadi perhatian Gubernur Dki Jakarta untuk melakukan perbaikan pada program terbarunya, adalah proses membaca mesin juga lambat saat melakukan baca data kartu, hal ini akan menjadi kerepotan tersendiri jika penumpang yang turut dalam jumlah banyak. Dalam penelusuran proses baca mesin kartu, perlu lebih dari 1 menit untuk 1 kartu.

Masalah lainnya adalah tentang pembayaran, masih terdapatnya penumpang yang menggunakan metode pembayaran tunai dengan alasan lupa bawa kartu. Dalam aturan yang diterapkan, sangat jelas jika Ok Trip menerapkan sistem bayar per km tanpa menggunakan tunai, melainkan dengan pemotongan saldo kartu.

Di sektor pengemudi, keluhan juga disampaikan salah satu pengemudi yang menyebutkan, alasan menerima pembayaran tunai karena terpaksa, diakibatkan pemilik angkot sering telat membayar gajinya tiap bulan dengan nominal 3.6 juta.

Sumber