Ken Hirai
Ken Hirai profesional

JIKA DIAM SAAT AGAMAMU DIHINA, GANTILAH BAJUMU DENGAN KAIN KAFAN. JIKA "GHIRAH" TELAH HILANG DARI HATI GANTINYA HANYA KAIN KAFAN 3 LAPIS, SEBAB KEHILANGAN "GHIRAH" SAMA DENGAN MATI (-BUYA HAMKA-)

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Farhat Abbas: Pemilih Jokowi Masuk Surga, yang Gak Milih Masuk Neraka!

12 September 2018   21:24 Diperbarui: 12 September 2018   21:24 307 2 3

Farhat Abbas: Pemilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Milih Masuk Neraka!

Farhat Abbas, juru bicara resmi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menabuh genderang perang SARA. Melalui akun instagramnya @farhatabbastv226, Farhat Abbas menyatakan bahwa Jokowi adalah presiden yang bakal menuntun Indonesia masuk surga. Pemilih Jokowi akan masuk surga, sebaliknya yang bukan pemilih Jokowi akan masuk neraka.

Farhat Abbas, seakan sedang mengumumkan ke publik bahwa genderang perang SARA dalam pilpres 2019 baru saja dimulai. Sebagai jurubicara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang resmi didaftarkan ke KPU, tentunya pernyataan Farhat Abbas bisa menggerogoti elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin.

Usai perang SARA di pilpres 2014 dilanjutkan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, rakyat sebenarnya berharap tidak lagi membawa-bawa SARA dalam pilpres 2019. Akibat perang SARA, lukanya masih menganganga. Rakyat pun masih terbelah. Padahal salah satu alasan pemilihan Ma'ruf Amin sebagai cawapres karena ingin meredam politik SARA. Ma'ruf Amin sebagai seorang ulama yang disegani diharapkan mampu menyatukan umat yang sempat tercerai-berai akibat pilpres 2014 dan pilkada dki 2017.

LIPI juga telah melakukan kajian yang hasilnya menyatakan bahwa politik SARA menjadi ancaman serius pilpres 2019. LIPI juga menyampaikan membesarnya isu SARA karena dikapitalisasi oleh elit-elit politik.

Sebagai jurubicara yang ditunjuk secara resmi oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, seharusnya Farhat Abbas bisa menahan diri dan mampu mengendalikan emosinya ketika berbicara di publik. Sebagai seorang jurubicara, apa yang disampaikan oleh Farhat Abbas adalah penyambung lidahnya Jokowi-Ma'ruf Amin.

Seharusnya Farhat Abbas sadar bahwa politisasi SARA dampak penghancurannyanya sangat besar. Jangan mudah melakukan manipulasi dan politisasi yang mengatasnamakan SARA, ini akan mengakibatkan konflik horizontal. Pernyataan bahwa Jokowi adalah presiden yang bakal menuntun Indonesia masuk surga. Pemilih Jokowi akan masuk surga, sebaliknya yang bukan pemilih Jokowi akan masuk neraka tentunya sangat melukai yang bukan pemilih Jokowi.

Meskipun rakyat sudah cerdas bahwa kunci surga bukan ditentukan oleh pilihan capres-cawapres, tapi manipulasi dan politisasi SARA yang dblow up secara terstruktur, sistemasti dan massif tentunya akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Luka menganganga yang masih tersisa akibat pilpres 2014 dan pilkada dki 2017 seperti digarami kembali. Perih dan menyakitkan.

Jangan sampai dipilihnya Ma'ruf Amin yang tujuan awalnya untuk meredam isu SARA justru menjadi blunder. Jangan sampai dipilihnya Erick Thohir pemilik Republika yang dikenal dekat dengan umat Islam justru menjadi blunder, karena genderang perang SARA justru ditabuh oleh seorang jurubicara bernama Farhat Abbas. Duh!!!

Sumber: Tribun-Timur.com