F. I. Agung Prasetyo
F. I. Agung Prasetyo Ilustrator

Cowok Deskomviser yang akan menggunakan Kompasiana untuk nulis dan ngedumel...

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Berkomputer Menggunakan Monitor LED-TV

16 Mei 2019   07:27 Diperbarui: 24 Mei 2019   11:21 187 2 0
Berkomputer Menggunakan Monitor LED-TV
Sebuah sistem hiburan dari perangkat LED-TV. sumber: pixabay.com/Stocksnap

Disclaimer: Artikel ini mengandung review produk yang berasal dari pengalaman penulis selama menggunakan dua merek monitor-TV serta sebuah speaker aktif.

***

Sebuah monitor tentu menjadi krusial untuk sebuah PC atau komputer. Karena dengan perangkat inilah kita dapat melihat tampilan dan proses kerja dari komputer kita. Meskipun saat ini peran komputer desktop telah sedikit tergeser oleh laptop atau bahkan ponsel, namun bagi para penggiat dunia visual mungkin keberadaan sebuah PC ini seperti tidak tergantikan. Apalagi bila kita membandingkan karakteristik beserta harga perangkat tersebut.

Saat ini ada banyak pilihan merek monitor komputer (dengan layar LCD/LED yang ramping) yang dapat kita beli untuk menunjang pekerjaan kita tersebut dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. 

Namun ternyata banyak orang masih bingung memikirkan apa perbedaan LCD dan LED. Dan dari yang sempat penulis rangkum dari beberapa sumber manusia—maksudnya secara bertanya, bukan melalui sumber literasi—LED adalah juga seperti LCD namun dengan tambahan sinar backlight di belakangnya. 

Penulis sendiri sempat melihat pada sebuah pameran komputer tentang bagaimana LCD dan LED ini berbeda secara tampilan gambar/visual. Pada LCD, dalam keadaan tanpa gambar maka layar akan menunjukkan sedikit nyala redup kurang lebih 1% dimana orang akan tahu bahwa layar tersebut dalam posisi ON. 

Sedangkan pada LED bila dalam keadaan tanpa gambar sama sekali (misalnya jika kita menancapkan kabel VGA namun komputer/VCD atau apapun yang terhubung tapi dalam posisi mati) maka keadaan layarnya akan hitam 100% tanpa cahaya redup tadi. Hanya, kondisi demikian pun agaknya berbeda untuk merek yang berbeda.

Sistem Pada Monitor PC Umumnya dan Sebuah Monitor-TV

Pada umumnya, sebuah monitor PC mempunyai port VGA/D-Sub 15 pin yang lalu disambungkan dengan sebuah VGA card (baik internal atau eksternal) pada mainboard komputer. Meskipun demikian, dewasa ini colokan kanal/port HDMI telah menjadi salah satu standar juga yang tidak bisa dikesampingkan mengingat kelebihannya dalam menampilkan warna yang lebih cerah. 

Selain port HDMI yang juga dikenal adalah port DVI. Kelemahan dari keduanya adalah secara harga, kabelnya cenderung lebih mahal dari kabel VGA/D-Sub 15 pin yang telah menjadi standar pakem di masa lalu. Sebagai perbandingan, jika pada umumnya kabel VGA bisa didapat dengan harga 10ribu rupiah, maka kabel HDMI bisa mencapai 30-50ribu rupiah bahkan ada yang lebih mahal dari itu.

Sejalan dengan perkembangan teknologi pada monitor tadi, kita juga mengenal perangkat televisi yang teknologinya semakin berkembang dengan bentuk ramping dan ringkas karena mempunyai layar LCD/LED, yang banyak diantaranya 'multi-fungsi' dimana perangkat tersebut juga dapat digunakan untuk memutar beberapa jenis berkas (file) tertentu; dan ini sekaligus menggeser keharusan membeli video player

Bayangkan, banyak perangkat televisi modern saat ini juga mempunyai tombol USB (meskipun kebanyakan masih USB 2.0) yang dapat memutar berkas MP3 (standar berkas audio), MP4 (satu jenis berkas video) atau berkas DAT (merupakan jenis berkas video yang digunakan pada keping VCD). Jadi dari sisi ini, sebuah televisi terkini pun mempunyai kemampuan memproses beberapa jenis berkas tadi tanpa membutuhkan perangkat tambahan. 

Meskipun demikian, bagi pirsawan televisi pada umumnya juga hampir selalu harus menyediakan speaker tambahan karena secara keseluruhan speaker yang menyertai pesawat televisi masa kini kurang nyaman bagi telinga, yang memang dikompensasi dengan asupan listrik yang lebih kecil dari TV jenis CRT.

Berbicara tentang monitor dan televisi memang sejatinya adalah dua hal yang berbeda meskipun saat ini pada umumnya keduanya mempunyai kesamaan dengan tampilan layar LCD/LED bukannya CRT. 

Sedangkan perbedaannya adalah: standar ukuran resolusi yang umum digunakan oleh perangkat televisi adalah NTSC atau PAL (meskipun saat ini format keluaran TV juga mengadopsi layar lebar 16:9 karena ketersediaan perangkat yang umum di pasaran); dan standar yang digunakan oleh sebuah monitor adalah berbasis resolusi piksel. 

Namun kita bisa berterima kasih kepada para ilmuwan hardware/software yang berhasil menyandingkan keduanya pada satu perangkat. Apakah kelebihan dan kekurangannya?

Kekurangannya yang utama (dan mungkin akan dijauhi oleh mereka yang kurang familiar terhadap barang-barang teknologi terbaru) adalah kerumitannya. Tak ada yang simpel seperti zaman dulu dimana menu settingan televisi dan monitor terpisah dan hanya berkutat dengan fungsinya masing-masing. Hampir pasti perangkat hybrid seperti monitor-TV ini hanya mempunyai remote control sebagai pengendali dan pengubah setelan, bukan lagi berbentuk tombol di samping atau di salah satu permukaan perangkat tadi. Belum lagi adanya berbagai port dengan fungsinya masing-masing.

Perangkat ini juga kecil kemungkinannya direparasi pada bengkel elektronik biasa karena jika ada kerusakan biasanya harus mengganti secara modul, bukan pernik spare-part terpisah seperti monitor atau TV tabung/CRT masa lampau. 

Jadi mau-tidak-mau dan sangat mungkin kita akan membutuhkan jasa service resmi, yang biasanya memang cukup mahal secara harga bila harus ada penggantian disebabkan suatu error. Sementara jasa service pinggir jalan akan membutuhkan distributor suku cadang seperti halnya bengkel motor pinggir jalan membutuhkan bengkel resmi. 

Namun kekurangannya ini mungkin akan dimaklumi oleh seseorang yang menginginkan kepraktisan atau mempunyai ruang sempit seperti penulis yang saat artikel ini ditulis hanya menempati sebuah kamar kost yang tidak terlalu lebar. Akan sangat menyita tempat juga saat ada dua perangkat dengan fungsi berbeda berada pada satu ruangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4