Humaniora

Caraku Menggapai Cita-cita

16 Maret 2019   16:03 Diperbarui: 16 Maret 2019   16:12 9 1 1
Caraku Menggapai Cita-cita
Dokpri

   Neni Puspitasari atau akrab dipanggil Neni ini lahir pada tanggal 12 April 1988 di Pasuruan, Jawa Timur. Ia tinggal di jalan remaja martopuro RT 10 RW 08 . Dia adalah anak dari pasangan suami istri yang bernama Kartini dan Sunoto. Ayahnya merupakan seorang pegawai di salah satu koperasi di daerah Pasuruan kehidupannya bisa dibilang berkecukupan. Dia anak pertama dari tiga bersaudara yaitu Neti Agustiana,dan Bella prisca. Terlahir sebagai anak pertama membuat Neni harus menjadi teladan bagi adik-adiknya.

Neni menjalani pendidikannya di bangku Sekolah Dasar Negeri Martopuro 1 dan SMP Negeri 1 Purwosari dengan prestasi yang cukup baik, kemudian melanjutkan sekolahnya di SMK Negeri 1 Singosari. Neni adalah orang yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Tidak bisa dipungkiri dia selalu menjadi juara 1 di kelasnya.

Di dalam hidupnya ia memiliki cita-cita ingin menjadi seorang guru. Untuk mewujudkan cita-citanya tersebut, Neni belajar dengan sungguh-sungguh disertai  semangat yang berkobar. Jika ada waktu lenggang, dia memanfaatkannya untuk membaca buku dan lama-kelamaan membaca adalah hobinya. Ia memiliki banyak buku dirumahnya yang tertata dengan rapi. Tidak hanya buku pelajaran yang terdapat disana, akan tetapi ada pula buku cerita, novel, dan masih banyak lagi.

Keinginan yang kuat itu tidak lantas dari diri sendiri dan dorongan orang tuanya. Orang tuanya selalu memberikan dorongan yang positif kepada Neni. Demi ingin meringankan beban orang tuanya, dia mempunyai prinsip untuk menggapai cita citanya dengan penuh sunnguh-sungguh dan tanpa ada rasa letih untuk menggapainya.

Setelah lulus dari SMK ia melanjutkan pendidikan nya dengan masuk kuliah di UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG tepatnya di Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang, Jawa Timur. Ia mendapatkan beasiswa di bidang ekonomi tetapi iya tidak menginginkan jurusan tersebut karena tidak sesuai dari apa yang di cita citakan. Akhirnya ia pindah di UNIVERSITAS KANJURUAN MALANG jurusan FKIP Bahasa Inggris.

Walaupun keputusan ini mengorbankan beasiswanya tetapi ini adalah salah satu keputusan yang harus diambilnya untuk menggapai cita-cita yang ia inginkan. Dengan mendapatkan bekal yang telah diberikan oleh oarng tuanya, bahwa dia harus bisa hidup mandiri di kota tersebut. Demi ingin meringankan beban dari orang tuanya, ia kuliah sambil bekerja. Kehidupannya ia jalani dengan semangat dan kerja keras.

Setelah melalui beberapa tahun menempuh kuliah jurusan ini akhirnya ia lulus dengan nilai yang cukup memuaskan pada sekitar tahun 2011 dan ia mulai menintih karirnya untuk menjadi guru dan membagikan ilmunya di beberapa sekolah. Dari SDN 1 Martoputro, dan SMPN 3 PURWOSARI  mulai dari tahun 2011 sampai sekarang. Dengan hal ini ia merasa bangga karena usaha yang ia lakukan selama ini berbuah manis. Dan akhirnya ia menajadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) . Selama ia menjadi guru dan mengajarkan ilmu yang ia miliki ia berperinsip bahwa iya ikhlas dengan mengajarkan nya walau sedikit tapi itu adalah jalannya menuju surga.

Setelah beberapa tahun ia mengapdikan dirinya menjadi seorang guru, akhirnya ia menemukan pendamping hidupnya yaitu Eki Sulistianto dan memiliki satu anak laki-laki yang bernama Mada Putra Pratama.

Tetapi disaat kebahagiaan Neni tergambar dengan kelahiran anaknya, kebahagiaannya itu pun tiadk bertahan lama. Ayahnya meninggalkan keluarganya untuk selamanya. Neni pun terpukul dengan kondisi tersebut. Ibunya memberikan semangat untuk melanjutkan hidupnya kembali. Sekarang Neni menjalani hidupnya dengan rasa ikhlas dan bahagia.