Mohon tunggu...
Jordi Arfito
Jordi Arfito Mohon Tunggu... mahasiswa

M. Fadil Yumna Syaza Kani Putri Atikah Dwi Fadhillah Dyah Sari Ningrum

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Konsumsi dalam Islam

3 Desember 2019   01:27 Diperbarui: 3 Desember 2019   01:27 123 0 0 Mohon Tunggu...

Apa itu Konsumsi? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Konsumsi adalah Pemakaian barang hasil produksi, dimana hasil-hasil Produksi tersebut merupakan barang yang langsung memenuhi suatu kebutuhan hidup. Sedangkan dalam ilmu ekonomi, Konsumsi adalah setiap perilaku seseorang untuk menggunakan dan memanfaatkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Konsumsi merupakan salah satu pokok ekonomi selain Produksi dan Distribusi yang secara ekonomi menggambarkan tindakan mengurangi atau menghabiskan guna ekonomi suatu barang atau jasa.

Konsumsi dalam Islam mencakup makna pemanfaatan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, materi dan immaterial, bahkan pemenuhan kebutuhan emosional dan spiritual demi mencapai kebutuhan pencapaian keridhaan Allah Swt. Oleh karena itu tujuan konsumsi dalam Islam memiliki peranan penting dalam membina kesejahteraan dan keteraturan yang ada dalam sebuah sistem kemasyarakatan, baik secara pribadi maupun sosial untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." Q.s Al-Qaa: 77

Perbedaan tujuan konsumsi modern dan Islam terletak pada cara pendekatannya dalam memenuhi kebutuhan seseorang. Islam tidak mengakui kegemaran materialistis semata-mata dari pola konsumsi moderen

Jadi tujuan konsumsi dalam Islam adalah pemenuhan keinginan dan kebutuhan baik yang bersifat jasmani maupun ruhani dalam rangka memaksimalkan fungsi kemanusiaannya sebagai hamba Allah Swt, mendapatkan ridha Allah serta memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pelaku konsumsi akan berusaha sekuat tenaga memperoleh kepuasan tingkat tertinggi yang diinginkannya, apa saja dalam jumlah berapa saja sepanjang anggarannya mencukupi dan dia memperoleh kepuasan maksimum, sedangkan Konsumsi dalam Islam semata-mata tidak menekankan pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang bersifat material saja tetapi juga penekanan terhadap pemenuhan konsumsi yang bersifat spiritual. Pemenuhan spiritual ini merupakan pemenuhan kepuasan tertinggi.

Terkadang kebutuhan konsumsi juga menjadi alasan berbuat dosa, seperti mencuri, membunuh, korupsi, dan sebagainya. Selain itu manusia juga terkadang terlalu kikir hingga terlalu berlebihan dalam mengumpulkannya, walaupun cara memperolehnya itu benar akan tetapi segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik didalam syaria Islam.

Bukan hanya dalam perolehannya, manusia juga sering berlebih-lebihan dalam penggunaan dan pemanfaatkan barang dan jasa untuk konsumsinya. Allah SWT berfirman:

"dan orang orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." Q.s. Al-Furqan:67.

Sedangkan dalam pengkonsumsiannya sendiri, kesalahan yang dilakukan ialah dalam pemilihan komoditas yang ia konsumsi. Contoh yang salah seperti narkoba, minuman keras, judi, dan sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x