Mohon tunggu...
Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono Mohon Tunggu... Administrasi - Palembang, Sumatera Selatan

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah maka aku adalah puisi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Di Kedai Kopi

4 September 2022   17:34 Diperbarui: 4 September 2022   17:36 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

sepenggal kisah malam

(1)

Cerita bermula disini, di kedai kopi

Ketika kantuk belum terkulai

Ini cerita tentang majikan puteri dengan pengasuh lelaki setianya

Mumpung secangkir kopi masih hangat-hangat asap

(2)

Alkisahpun dimulai

Pada satu waktu yang senyap, ketika itu malam tak berselimut

Sang puteri yang gerah usap diam-diam menyelinap diantara dahaganya sunyi

Mengendap nafas, lalu memburu pintu mimpi sang pengasuh yang tengah terlelap bidadari

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun